Article Details

POTENSI PENGGUNAAN BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens L.) UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI GUREM DALAM MODEL SISTEM PERTANIAN TERPADU

Oleh   Delita Nursyafitri Amalia [21318022]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Agus Dana Permana;Angga Dwiartama, S.Si., M.Si., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SITH - Biomanajemen
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : black soldier fly, pendapatan, petani, produktivitas, sistem pertanian terpadu
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-08-14 13:56:12

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 18% pada tahun 2017. Namun faktanya, petani tanaman pangan padi sawah di Indonesia khususnya Jawa Barat masih didominasi oleh petani gurem dan berakibat pada minimnya pendapatan petani padi sawah. Sistem Pertanian Terpadu (SPT) berpotensi meningkatkan pendapatan bagi lahan terbatas dengan memanfaatkan Black Soldier Fly atau BSF (Hermetia illucens L.) (Diptera: Stratiomyidae) sebagai agen hayati penghubung setiap komponen usaha dalam SPT. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan pengaruh penggunaan BSF terhadap produktivitas komoditas, pendapatan petani, efisiensi biaya produksi melalui perhitungan R/C ratio dan break even point (BEP), dan pembuatan model SPT. Telah dilakukan penelitian penggunaan larva BSF pada 0%, 30%, dan 50% campuran pakan ayam kampung metode rancangan acak lengkap (RAL) dan penggunaan residu cair (lindi) BSF sebagai pupuk organik pada padi dan cabai besar dengan metode rancangan true experiment pengujian posttest only. Hasilnya, penggunaan BSF memberikan peningkatan hasil produktivitas signifikan pada padi dengan jumlah malai produktif 17,36 ± 1,98 dan jumlah gabah per malai 229,89 ± 18,14, ayam kampung pemberian pakan BSF 50% dengan rata-rata bobot 861,33 ± 108,51 kg, dan cabai besar dengan hari pertama berbunga 35,47 ± 0,90 hari dan hasil panen pertama per tanaman 0,45 ± 0,11 kg, berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan petani pada komoditas padi sebesar 363,94%, ayam kampung sebesar 978,27%, dan cabai besar sebesar 116,22%, dan berpengaruh terhadap kenaikan R/C sebesar 0,094 pada padi, sebesar 0,289 pada ayam kampung, dan sebesar 0,231 pada cabai, serta menurunkan nilai BEP pada padi sebesar 0,025kg atau Rp129,92, pada ayam kampung 10,622kg atau Rp 424,864.92, dan pada cabai besar 0,004kg atau Rp82,88. Model SPT dirancang dengan melibatkan ayam kampung, padi, dan cabai sebagai komponen SPT dengan BSF sebagai agen katalis dalam memproses limbah ketiganya untuk dapat mengubah limbah menjadi input.