Article Details

REKOMENDASI ARSITEKTUR MEREK UNTUK PENYELARASAN MEREK TINKER GAMES DENGAN PERUSAHAAN INDUK

Oleh   Nur Muhammad Farizan [29116359]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Reza Ashari Nasution, Ph.D.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : Game Seluler, Strategi Merek, Kesadaran Merek, Audit Merek, Arsitektur Merek
Sumber :
Staf Input/Edit : Yose Ali Rahman   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-08-13 13:19:45

Diketahui bahwa industri video game tumbuh setiap tahun dan menghasilkan pendapatan $137,9 miliar pada tahun 2018 dengan 11% CAGR, dan diperkirakan akan mencapai $ 180,1 miliar pada tahun 2021. Bahkan Indonesia ada di tempat ke-2 dalam pendapatan video game yang mencapai $465,36 juta pada tahun 2017 dan memiliki potensi besar untuk menjadi nomor satu di Asia Tenggara, terutama di game mobile. Berbeda dengan meningkatnya pendapatan industri video game global, Tinker Games, salah satu pengembang game mobile Indonesia, menghadapi penurunan pendapatan. Penurunan ini terjadi karena kurangnya kampanye pemasaran dan rendahnya kesadaran merek. Dimana kesadaran merek merupakan salah satu aspek dalam branding, sementara branding adalah salah satu elemen penting dalam strategi pemasaran video game. Namun baru-baru ini, Tinker Games mendapatkan kabar baik yaitu investor baru yang bergabung dengan perusahaan dan membangun entitas baru yang akan menjadi perusahaan induk. Tapi, situasi itu juga menciptakan masalah baru yaitu penyelarasan ekuitas merek Tinker Games dengan tujuan baru perusahaan induk. Analisis permasalahan akan menggunakan konsep audit merek yang terdiri dari inventaris merek dan eksplorasi merek. Inventarisasi Merek akan menganalisis kondisi terkini dari semua produk atau layanan yang dijual, lingkungan, dan komunikasi pemasaran yang dipasarkan dan dicap dalam perspektif perusahaan. Sedangkan eksplorasi merek akan menganalisis tingkat kesadaran merek konsumen dalam perspektif konsumen dan kondisi persaingan saat ini. Faktor yang memengaruhi kesenjangan merek dan tingkat kesadaran merek yang rendah dari Tinker Games akan dijelaskan dalam ringkasan audit merek. Pada akhir proses, penulis mengasumsikan bahwa ada lima akar penyebab dalam penelitian ini, yaitu: yang pertama adalah tidak memiliki keselarasan sub-merek, yang kedua adalah kurangnya kampanye pemasaran, yang ketiga adalah kurangnya keterlibatan pelanggan, yang keempat adalah rendahnya efektivitas kampanye pemasaran saat ini, dan yang kelima tidak memiliki diferensiasi yang kuat. Setelah mengetahui akar penyebab masalah ini, strategi dirancang untuk solusi bisnis menggunakan strategi penguatan merek. Solusi yang diusulkan termasuk 1) membangun lebih banyak kampanye pemasaran potensial, 2) mengevaluasi kampanye pemasaran saat ini, 3) menyediakan forum keterlibatan pelanggan, 4) menciptakan diferensiasi unik yang kuat baru, dan 5) membuat keselarasan dan arsitektur sub-merek baru. Solusi yang diajukan pada penelitian ini akan diterapkan dalam bauran pemasaran. Dengan menerapkan solusi berdasarkan strategi penguatan merek, semoga solusi ini dapat menyelesaikan masalah kesadaran merek Tinker Games dan masalah keterpaduan sub-merek.