Article Details

FINANCIAL FEASIBILITY STUDY FOR ENTERING NEW MARKET : CASE STUDY OF PT. SOLARENS LEDINDO

Oleh   Adi Tri Juliansyah [29117416]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ahmad Danu Prasetyo, S.T., MSM,Ph.D
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : Studi Kelayakan, Highbay, PT. Solarens Ledindo, CAPM, Manajemen Risiko
Sumber : PT. SOLARENS LEDINDO
Staf Input/Edit : Neng Kartika   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-08-13 10:54:54

PT. Solarens Ledindo selama lima tahun kebelakang memfokuskan bisnisnya kepada penjualan produk penerang jalan umum tenaga surya yang banyak digunakan untuk mensupply kebutuhan proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia yang gencar dilakukan selama 5 tahun ke belakang. Maka dari itu perusahaan menjadi tergantung terhadap adanya proyek pembangunan dari pemerintah untuk dapat menjalankan bisnisnya. Ketergantungan tersebut mengakibatkan perusahaan mengalami fluktuasi yang tinggi pada revenue yang di dapat. Untuk itu diperlukan alternative market bagi perusahaan untuk di masuki. Potensi besar yang dimiliki adalah pada produk lampu Highbay yang banyak digunakan pada industry. Tantangan yang dihadapi untuk memasuki pasar produk ini adalah banyaknya produk lampu Highbay dari Cina yang memiliki harga lebih murah dari produk yang ditawarkan oleh PT. Solarens Ledindo. Maka di perlukan Financial Feasibility Study untuk mengetahui kemungkinan perusahaan untuk masuk pada pasar produk Highbay. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengetahui business issue terlebih dahulu, kemudian mencari tahu business situation dari industri lampu Highbay melalui internal analysis menggunakan financial ratio dan external analysis menggunakan PESTEL dan Five Forces. Kemudian dilakukan perhitungan terhadap Financial Projection dan Financial Feasiblity Study dari proyek. Setelah mendapatkan hasil dari perhitungan dilakukan analisa sensitifitas. Hasil yang di dapat dijadikan sebagai rekomendasi terhadap perusahaan dan membuat rencana implementasi dari proyek. Dari hasil perhitungan Financial Feasibility Study di dapatkan Payback Period dari proyek ini hanya 3,66 tahun, lebih cepat dari maksimal waktu Payback Period yang di inginkan oleh perusahaan yaitu selama 10 tahun, NPV yang di dapatkan bernilai positif, yaitu sebesar Rp. 364.922.185.514, dan IRR yang di dapat lebih besar dari WACC yang sebesar 8,41%, yaitu sebesar 26,57%. Berdasarkan analisa menggunakan Sensitifity Analysis di dapatkan bahwa terdapat 4 variabel yang paling mempengaruhi terhadap nilai dari NPV, yaitu Inflation Rate, Quantity Sold Realization, Price per Unit Realization dan Direct Material. Berdasarkan hasil analisa menggunakan Monte Carlo di dapatkan bahwa probabilitas proyek ini akan mendapatkan nilai NPV positif adalah sebesar 94,90%. Berdasarkan hasil perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa proyek ini layak untuk di lakukan, hal ini dikarenakan hasil yang di dapat lebih baik dari ambang batas. Pihak manajemen harus memperhatikan Inflation Rate, Quantity Sold Realization, Price per Unit Realization, dan Direct Material sebagai variabel yang paling mempengaruhi terhadap nilai dari NPV. Probabilitas proyek ini akan menghasilkan NPV dengan nilai positif adalah sebesar 94,90%.