Article Details

REVITALISASI ANYAMAN PANDAN TASIKMALAYA PADA PRODUK FASHION WANITA

Oleh   Phang Desnica [27118001]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Dian Widiawati, M.Sn., Dr. Adhi Nugraha, MA.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FSRD- Desain
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : anyaman pandan, revitalisasi, Tasikmalaya, produk fashion
Sumber :
Staf Input/Edit : Noor Pujiati.,S.Sos  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-08-06 10:57:00

Kampung Sukaruas, merupakan salah satu kampung yang terletak di daerah Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki penduduk yang masih aktif memproduksi dan mengolah anyaman pandan. Anyaman pandan mulai dikembangkan menjadi produk fashion dan peralatan rumah tangga. Namun, potensi yang dimiliki oleh masyarakat dalam mengolah serat pandan menjadi produk fashion belum berkembang, belum mampu menarik perhatian pasar, dan belum memberikan peningkatan nilai ekonomi. Beberapa tahun belakangan ini, masyarakat yang semula menggantungkan hidupnya dari menganyam, mulai beralih ke profesi lain. Mayoritas penjual anyaman mengalami titik stagnan dalam penjualan mereka, dan bahkan beberapa pabrik yang memproduksi anyaman pandan pun beralih ke bidang peternakan. Hal ini menunjukkan, tradisi menganyam pandan di Rajapolah lambat laun menuju kepada ambang kemusnahan. Kemunduran eksistensi anyaman pandan disebabkan kurang adanya inovasi desain yang sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian dimulai dengan melakukan studi lapangan di Kampung Sukaruas Rajapolah, mengidentifikasikan potensi SDM yang ada di Kampung Sukaruas, melakukan studi pengolahan dan pewarnaan serat pandan, eksperimen terhadap proses pewarnaan dan struktur anyaman, serta melakukan pengujian terhadap target pasar penjualan produk yang dibuat. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan revitalisasi melalui eksperimentasi pengolahan warna dan struktur anyaman pandan, serta mengembangkan desain produk melalui hasil eksperimen yang dapat meningkatkan minat pasar serta nilai jual produk tersebut. Pada akhirnya, kegiatan pengembangan desain yang dilakukan dapat berdampak pada pemberdayaan masyarakat Kampung Sukaruas dalam memproduksi produk anyaman pandan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran kuantitatif secara deskriptif dan kualitatif melalui metode eksperimentatif dan pendekatan partisipatori. Teknik pengumpulan data yang dilakukan antara lain melalui observasi lapangan, wawancara terhadap narasumber terkait, studi pustaka, dan kuisioner. Hasil studi menunjukkan bahwa dengan melakukan revitalisasi dapat meningkatkan perbaikan minat konsumen yang berdampak pada perbaikan ekonomi di Kampung Sukaruas.