Article Details

ANALISIS KARAKTERISTIK REKAHAN ALAMI UNTUK ANALOG RESERVOIR REKAH ALAMI (NFR) PADA BATUAN GRANITIK DAERAH MUARO SILOKEK, SUMATERA BARAT

Oleh   Wildan Tri Koesmawardani [22016316]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D.;Alfend Rudyawan, S.T., M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FITB - Teknik geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : reservoir rekah alami, pemodelan reservoir, fotogrametri, digital outcrop modeling, densitas, zona hancuran, porositas, permeabilitas. ?
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 17 file
Tanggal Input : 2019-07-03 14:51:06

Reservoir rekah alami (NFR) merupakan suatu objek eksplorasi minyak dan gas yang sedang berkembang dan telah dilaksanakan oleh perusahaan asing maupun dalam negeri di Indonesia. Khususnya pada batuan dasar yang pada umumnya merupakan batuan kristalin yang berasal dari batuan beku intrusif ataupun ekstrusif hingga batuan metamorf derajat rendah hingga derajat tinggi. Dalam eksplorasi pada batuan dasar ini perlu diketahui karakteristik rekahan seperti orientasi, atribut rekahan, distribusi densitas rekahan serta faktor pengontrol lain yaitu litologi atau komposisi mineral. Pada umumnya pada pemodelan reservoir rekah alami khususnya batuan dasar granitik, faktor komposisi mineral kuarsa selalu dikesampingkan. Padahal faktor komposisi kuarsa memiliki pengaruh yang cukup signifikan responnya terhadap densitas rekahan pada suatu zona hancuran. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data fotogrametri untuk analisis rekahan skala makro, data linear scanline dan windows scan untuk analisis rekahan skala meso, dan data sayatan tipis batuan dari sampel yang terorientasi untuk analisis rekahan skala mikro. Setelah masing-masing data tersebut dianalisis, dilakukan pemodelan reservoir rekah alami dari integrasi data tersebut dan menggunakan parameter pemodelan berdasarkan data lapangan yang tersedia. Daerah Muaro Silokek merupakan lokasi yang cukup kompleks secara struktur geologi dan terdiri dari batuan granitik yang cukup bervariasi komposisi mineralnya. Sesar utama yang mempengaruhi arah oreintasi rekahan adalah sesar mendatar menganan dengan orientasi BL-TG. Sesar tersebut pada daerah penelitian direpresentasikan sebagai riedel shears dengan arah orientasi UBL-STG, TL-BD, dan TTL-BBD. Densitas rekahan dipengaruhi oleh posisinya terhadap sesar dan meningkat pada zona hancuran. Tipe granit pada daerah penelitian dibagi menjadi tiga yaitu alkali feldspar granit, syenogranit, dan monzogranit. Masing-masiing dari tipe granit tersebut memiliki respon yang berbeda terhadap rekahan, dan memperlihatkan bahwa semakin besar komposisi kuarsa dan k-feldspar pada zona hancuran maka densitas rekahan akan meningkat. Nilai densitas pada pemodelan reservoir rekah alami merupakan penjumlahan dari analisis densitas dari data Digital Outcrop Modeling (DOM), model densitas rekahan sekitar sesar, dan model densitas rekahan litologi disekitar sesar. Nilai rata-rata densitas rekahan 3D adalah 1/m3. Estimasi nilai permeabilitas dan porositas rekahan pada pemodelan NFR menunjukan nilai kisaran 0,002-0,01 md untuk permeabilitas dan 0,02-0,08% untuk nilai porositas. Nilai permeabilitas rekahan sangat dipengaruhi oleh geometri kedudukan rekahan serta bukaan rekahan, sedangkan nilai porositas rekahan dipengaruhi oleh densitas rekahan.