Article Details

AKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA TUMBUHAN SUKU ASTERACEAE DAN ISOLASI SENYAWA AKTIF DARI TUMBUHAN TERPILIH

Oleh   Faranadya Hade [10715013]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Rika Hartati ; Dr. Elin Julianti
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : antibakteri, biootografi, daun, difusi agar, flavonoid, kenikir
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-07-03 08:58:54

Tumbuhan suku Asteraceae merupakan kelompok tumbuhan yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Berdasarkan penggunaan tradisional, tumbuhan suku Asteraceae berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak empat jenis tumbuhan suku Asteraceae, mengisolasi dan menentukan karakterisasi senyawa aktif dari tumbuhan suku Asteraceae terpilih yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Escherichia coli ATCC 8739, Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027, Staphylococcus aureus ATCC 6538. Serbuk simplisia dari keempat tumbuhan suku Asteraceae yaitu bandotan (Ageratum conyzoides L.), kenikir (Cosmos caudatus Kunth.), kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray.), dan sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol kemudian dipekatkan. Ekstrak etanol dipantau dengan metode kromatografi lapis tipis. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Senyawa target yang akan diisolasi ditentukan berdasarkan nilai Rf yang memberikan aktivitas hambat dengan metode biootografi. Fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi caircair menggunakan pelarut dengan kepolaran meningkat dari yang kurang polar yaitu n-heksana hingga yang lebih polar yaitu etil asetat. Subfraksinasi dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis preparatif. Subfraksi terpilih dimurnikan dengan metode kromatografi lapis tipis preparatif. Uji kemurnian dilakukan menggunakan metode kromatografi lapis tipis pengembangan tunggal dengan tiga fase gerak berbeda dan kromatografi lapis tipis dua dimensi sehingga diperoleh isolat. Uji aktivitas antibakteri isolat dilakukan dengan metode difusi agar. Isolat dikarakterisasi menggunakan penampak bercak spesifik dan metode kromatografi lapis tipisspektrofotodensitometri. Ekstrak etanol daun kenikir memberikan diameter hambat yang lebih besar daripada ekstrak etanol tumbuhan lain sebesar 7-10 mm. Hasil uji biootografi menunjukkan bahwa komponen ekstrak etanol serta fraksi etil asetat daun kenikir pada Rf 0,27 memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji. Karakterisasi isolat menunjukkan hasil positif dengan penampak bercak spesifik Folin-Ciocalteu dan AlCl3 dengan panjang gelombang maksimum 273 dan 368 nm dengan metode kromatografi lapis tipis-spektrofotodensitometri. Isolat merupakan senyawa flavonoid subgolongan flavonol dengan 5-OH tanpa 4’OH atau 4’OH tersubstitusi dengan aktivitas yang lebih kuat dalam menginhibisi pertumbuhan bakteri Gram negatif Pseudomonas aeruginosa sekitar 50-56,25% dibandingkan dengan aktivitas terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.