Article Details

ANALISA KELAYAKAN PENGEMBANGAN BISNIS LABORATORIUM UJI BA-BE BAGI INDUSTRI FARMASI PT X

Oleh   Endang Widiastuti [21817008]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D.;Yulianto, S.Si., M.A.B., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi Industri
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Industri Farmasi, Lab, BA-BE, NPV, IRR, PBP, WACC
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-07-01 12:09:04

Industri Farmasi (IF) di Indonesia pada umumnya hanya memproduksi obat generik sehingga lebih fokus pada kegiatan formulasi. Agar interchangeable obat generik atau sediaan tertentu harus ekuivalen dengan inovatornya. Untuk menilai bioekuivalensi perlu dilakukan uji Bioavaibilitas dan Bioekivalensi (BA-BE) yang umumnya merupakan salah satu kendala pengembangan obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan bisnis Laboratorium (Lab) uji BA- BE oleh IF PT X. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan subyek IF yang mempunyai obat wajib uji BA-BE lebih dari 10 item yang tidak memiliki Lab uji BA-BE dan BPOM dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh berdasarkan penelusuran lewat internet dan IMS Health. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan tiga parameter kelayakan bisnis yaitu NPV, IRR, dan PBP dengan skema tiga skenario worst case, base case dan best case. Hasil penelitian menunjukkan obat yang perlu uji BA-BE per tahun sejumlah 332 item, sedangkan kapasitas Lab Uji BA-BE adalah 240, sehingga pengembangan Lab BA-BE masih diperlukan. Berdasarkan analisa kelayakan menggunakan tiga skenario didapat nilai NPV yang positif; nilai IRR lebih besar dari WACC; dan PBP dari ketiga skenario yaitu 5,57 tahun, 5,35 tahun dan 5,29 tahun. Dari hasil tersebut di atas bahwa Lab Uji BA-BE bagi PT X masih perlu dan layak dikembangkan.