digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pelindo 3 adalah salah satu perusahaan milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan sebagai operator terminal (BUP). Pelindo 3 menangani beberapa kargo terutama petikemas, curah kering, general cargo, dan curah cair baik internasional maupun domestik. Di tahun 2013-2018, Pelindo 3 khususnya Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pusat Pelindo 3 mengalami penurunan kinerja pada beberapa produk. Curah kering menunjukkan penurunan sekitar 2-3% dalam tahun 2013 sampai 2018, dan penurunan tajam terjadi pada tahun 2016 sampai 2018. Kemudian curah cair menunjukkan penurunan pula dalam 6 tahun terutama pada akhir tahun 2017 sampai dengan 2018. General cargo adalah kargo yang memiliki kinerja terburuk yang ditunjukkan dengan penurunan sampai dengan 3% dalam 6 tahun terakhir. Selain itu, petikemas menunjukan kinerja yang paling baik dari kargo yang lain dengan pertumbuhan yang positif yaitu 5% dalam 6 tahun. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menemukan akar permasalahan dari penurunan kinerja dan memberikan rekomendasi melalui beberapa analisa seperti Pestel, SWOT, dan pesaing. Hasil dari analisa akar permasalahan menunjukkan bahwa masalah utama dari penurunan performance adalah masih lemahnya perencanaan strategi produk portofolio dan belum optimalnya metode peramalan. Kemudian, analisa selanjutnya menggunakan metode AHP dengan kriteria BOCR (Benefit, Opportunity, Cost, and Risk) dan beberapa sub kriterianya untuk memutuskan prioritas dari produk portofolio dan memberikan contoh metode peramalan pada masing-masing produk. Hasil analisa AHP menunjukkan bahwa container adalah prioritas utama dalam kriteria Benefit, Opportunity, dan Cost. Disamping analisa prioritas, metode AHP juga menganalisa sensitifitas produk berdasarkan perubahan bobot kriteria. Analisa ini betujuan untuk menganalisa stabilitas dari ranking prioritas yang sudah ada. Urutan hasil prioritas adalah container, curah kering, general cargo, dan curah cair. Container sebagai produk prioriti pertama menunjukkan pula ketidak sensitifannya terhadap perubahan bobot kriteria. Selanjutnya, masing-masing produk tersebut membutuhkan pendekatan peramalan atau proyeksi dengan beberapa metode seperti deckomposisi, Box Jenkins, dan Holt Winter untuk memproyeksi tahun depan. Dengan demikian, penelitian ini telah memberikan kontibusi kepada managerial bagaimana melakukan perbaikan kinerja perusahaan melalui strategy portofolio produk sebagai bagian dari proses perencanaan dan metode peramalan.