Article Details

PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP GAYA APUNG ROBOT PEMBERSIH SAMPAH

Oleh   Khayima Arnisti [10215034]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ing. Mitra Djamal; Dr. Nina Siti Aminah, S.Si., M.Si
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Physics
Kata Kunci : Hukum Achimedes, sel surya, sensor level air, RF transmitter dan receiver.
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-05-17 14:10:21

Para peneliti menemukan bahwa sampah di samudera mengandung plastik 16 kali lebih banyak dari yang diperkirakan. Dampak dari limbah plastik tersebut, mengganggu ekosistem perairan dan menyebabkan mahluk hidup perairan menjadi punah. Oleh karena itu perlu dilakukan penanggulangan untuk mengurangi populasi sampah yang ada di perairan, penanggulangan tersebut dapat berawal dari darat, sungai, dan laut. Dengan mengaplikasikan aspek fisika dan teknologi pada proses penanggulangannya, maka pada penelitian ini dibuat prototipe robot pembersih sampah di permukaan air. Pada prototipe ini memanfaatkan sumber energi listrik dari sel surya yang bersifat ramah lingkungan. Sistem kerja prototipe dikontrol dengan memberikan informasi melalui frekuensi radio antara transmitter dan receiver. Transmitter pada prototipe terdiri atas komponen joystick, yang berfungsi untuk mengirimkan data perintah ke receiver baling-baling, dan conveyor. Pada sistem prototipe ini digunakan sensor ketinggian air yang berfungsi untuk mendeteksi kedalaman badan kapal yang tercelup oleh air. Untuk memberikan informasi kepada pengguna bahwa gaya apung prototipe robot pembersih sampah tersebut sudah berada di batas ambang, maka sensor ketinggian air tersebut kemudian diintegrasikan dengan buzzer. Untuk memastikan kondisi dari sistem rangkaian yang telah dibuat, maka dilakukan uji coba terhadap prototipe robot tersebut. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh data rata-rata error dari sensor ketinggian air sebesar 12.13% dengan R2 sebesar 0,984. Proses komunikasi data antara transmitter dan receiver dapat mencapai jarak ? 40 meter, dengan kondisi penghalang gedung dan pohon.