Article Details

MINERALISASI EMAS DI DAERAH POBOYA BERDASARKAN TATANAN TEKTONIK DAN PRINSIP FISIKA

Oleh   Delpina Nggolaon [20217014]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Lilik Hendradjaja, M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Physics
Kata Kunci : Tektonik Lempeng, Mineral emas, Termodinamika, Poboya
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-05-14 11:05:46

Poboya adalah salah satu daerah di Sulawesi Tengah tepatnya di kota Palu yang kaya akan sumber daya alam berupa mineral emas. Pertambangan mineral emas di daerah ini sudah berlangsung dari tahun 2005 sampai sekarang. Saat ini, hasil sumber daya alam hanya bernilai minim bagi masyarakat setempat. Hal ini terjadi karena kurangnya sumber daya manusia dalam bidang energi dan sumber daya mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses mineralisasi emas yang di sebabkan oleh tatanan tektonik yang terjadi di daerah Sulawesi Tengah, serta prinsip fisika yang berlaku dalam proses pengendapan mineral emas yang berasal dari magma yaitu dengan meninjau aspek termodinamika. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan studi lapangan dan mengkaji literatur yang berkaitan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa proses pengendapan mineral emas yang terjadi di daerah Poboya Sulawesi Tengah di awali dengan kegiatan tektonik berupa subduksi berarah Barat antara lempeng samudera Laut Banda dengan lempeng benua Eurasia yang berumur Kapur akhir sehingga mengakibatkan terjadinya proses magmatisme. Proses magmatisme ini menghasilkan adanya endapan epitermal yang bersumber dari larutan hidrotermal. Larutan hidrotermal yang mengandung mineral emas mengalami pengendapan pada urat-urat kuarsa di dalam dan sekitar suatu zona rekahan yang terletak tidak jauh dari pusat magma yaitu sesar Palu Koro. Proses magmatisme ini dapat ditinjau dengan menggunakan prinsip hukum Archimedes dan hukum Thermodinamika. Untuk komposisi setiap mineral dari magma yang terendapkan dapat dihitung menggunakan persamaan persentase komposisi diagram Eutetik.