Article Details

REAKSI KONDENSASI ALDOL DENGAN PENDEKATAN GREEN CHEMISTRY UNTUK PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DI LABORATORIUM

Oleh   Yulida Amri [90514008]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Deana Wahyuningrum, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FMIPA - Pengajaran Kimia
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Chemistry
Kata Kunci : Green Chemistry, kondensasi aldol, modul praktikum, dibenzalaseton, PEG-400.
Sumber :
Staf Input/Edit : Latifa Noor   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-04-12 09:29:00

Kimia sebagai salah satu bidang sains mengandung banyak konsep yang bersifat abstrak. Oleh karena itu praktikum memainkan peranan penting dalam menjelaskan konsep-konsep kimia kepada peserta didik. Selain itu skill mahasiswa (peserta didik) dapat dikembangkan melalui percobaan di laboratorium. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam penyusunan modul praktikum adalah penggunaan bahan-bahan kimia. Para pendidik harus mampu menerapkan konsep green chemistry melalui penggunaan bahan-bahan kimia yang mudah diperoleh, murah, aman dan tidak berbahaya sehingga dapat mengurangi resiko bahaya dalam percobaan. Konsep green chemistry ini dapat diterapkan pada praktikum reaksi kondensasi aldol. Pada penelitian ini pelarut polietilen glikol (PEG-400) digunakan untuk reaksi kondensasi aldol antara benzaldehid dengan aseton dan benzaldehid dengan asetofenon. Reaksi benzaldehid dan aseton menghasilkan produk dengan rendemen 97,4%. Hasil rekristalisasi dengan etanol diperoleh produk yang lebih murni dengan perolehan kembali sebesar 15,0% dengan titik leleh 192-194 oC. Karakterisasi dengan spektroskopi FTIR memperlihatkan adanya gugus =C-H alkena (697 cm-1), C=C alkena (1649 cm-1), dan C=O karbonil (1694 cm-1). Pengukuran 1H-NMR dari produk terlihat adanya geseran pada 6,61 ppm dan 6,34 ppm dengan nilai kupling (J) 16,2 Hz dan 15,9 Hz yang menunjukkan adanya proton yang terikat pada alkena trans. Selain itu adanya geseran kimia pada daerah 7-8 ppm yang menunjukkan sinyal-sinyal proton yang terikat pada gugus aromatik. Pada reaksi benzaldehid dan asetofenon diperoleh benzalasetofenon (calkon) dengan rendemen 74,0%. Rekristalisasi produk dengan etanol-air diperoleh kembali sebesar 47,0% dengan titik leleh 55- 57 oC. Hasil karakterisasi spektroskopi 1H-NMR memperlihatkan adanya sinyal proton pada geseran kimia 7-8 ppm yang menunjukkan adanya gugus aromatik. Selain itu terdapat sinyal proton pada geseran kimia 7,8 ppm (J=15,7 Hz) dan 7,5 ppm (J=16,25 Hz) menunjukkan adanya dua proton yang terikat pada alkena trans. Pengukuran spektrum MS menghasilkan sinyal [M+H]+ pada m/z 209,0958 sehingga diperoleh m/z dari senyawa calkon adalah 208,0880. Modul sintesis dibenzalaseton dan benzalasetofenon disusun dan diujicobakan kepada mahasiswa S-1 Kimia Institut Teknologi Bandung. Respon positif mahasiswa terhadap modul praktikum yang telah disusun adalah sebesar 85,58%. Modul praktikum yang disusun telah mengintegrasikan konsep green chemistry dan berdasarkan analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa modul praktikum ini setidaknya telah menerapkan 9 dari 12 prinsip green chemistry.