Article Details

APLIKASI METODE TRANSFORMASI RADON PADA GELOMBANG RAYLEIGH SERTA INVERSI ALGORITMA GENETIKA DAN ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION UNTUK ESTIMASI PROFIL KECEPATAN GELOMBANG-S, STUDI KASUS: TANI KOTA

Oleh   Agung Cahyo Syamsu [12314055]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Ir. T.A. Sanny, M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Geofisika - FTTM
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Geology, hydrology & meteorology
Kata Kunci : Algoritma Genetika, Citra Dispersi, Differential Evolution, Kurva Dispersi, MASW, Transformasi Radon
Sumber :
Staf Input/Edit : Devi Septia Nurul   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-03-19 14:42:57

Salah satu metode yang memanfaatkan gelombang permukaan untuk penentuan kecepatan gelombang S bawah permukaan adalah metode MASW aktif. Metode ini terdiri dari tiga tahapan yaitu akuisisi, analisis kurva dispersi, dan inversi. Tahap ekstraksi kurva dispersi memegang peranan besar dalam menghasilkan model profil kecepatan gelombang S yang baik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan aplikasi metode transformasi Radon yang memiliki kelebihan dalam hal resolusi yang baik dan kemenerusan trend kurva dispersi pada rentang frekuensi yang lebih panjang. Hal ini berpengaruh kepada akurasi kecepatan gelombang S. Inversi yang digunakan adalah algoritma genetika (GA), differential evolution, dan inversi gabungan (GA dan DE). Data yang digunakan yaitu data sintetik dan data lapangan tani kota. Data sintetik digunakan untuk menguji tingkat akurasi algoritma ekstraksi kurva dispersi maupun inversi. Hasil dari uji data sintetik pada tahap ekstraksi kurva dispersi menunjukan bahwa metode transformasi radon dapat menghasilkan kurva dispersi yang cukup baik, pengujian metode inversi menghasilkan metode inversi DE menunjukkan hasil paling akurat dan efisien. Dari hasil pembuatan citra dispersi dan picking kurva dispersi pada spasi 1m dan 3m didapatkan hasil citra dispersi dengan resolusi yang cukup baik, selain itu ketika dilakukan picking dan inversi data lapangan didapatkan model yang terdiri dari tiga lapisan dan hasil tersebut sesuai dengan pengamatan di lapangan yaitu lapisan 1 dengan vs sebesar 120,8867516m/s dan ketebalan 1,085572437m diinterpretasikan sebagai tanah, lapisan 2 dengan vs sebesar 575,4901698m/s dan ketebalan 2,707651195m diinterpretasikan sebagai soft rock/very dense soil, lapisan 3 dengan vs sebesar 897,6049617m/s dan kedalaman lebih dari 2,7m diinterpretasikan sebagai batuan sedimen. Hasil ini mirip dengan hasil pengamatan di lapangan