Article Details

Studi Paleontologi Koral Cabang dari Genus Acropora di Daerah Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Oleh   Wahyu Dwijo Santoso [22013007]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Jahdi Zaim;Dr. Ir. Yan Rizal;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FITB - Teknik geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek : Economic geology
Kata Kunci : Acropora, asosiasi biofasies, morfostratigrafi teras, fasies batugamping
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-02-12 15:07:34

Studi mengenai aspek paleontologi koral Acropora masih sangat jarang dilakukan, bahkan mungkin belum pernah dilakukan. Padahal, keberadaan koral Acropora banyak ditemukan pada batugamping di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan studi untuk memahami proses - proses yang terjadi pada Acropora, mulai dari ketika hidup, kemudian sampai terfosilkan dan menjadi batugamping. Salah satu lokasi yang menunjukkan persebaran koral Acropora tersingkap dengan baik yaitu di sepanjang Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada koordinat 70 21’ 31.2” - 70 22’ 30” LS dan 1060 24’ 12.2” – 1060 25’ 30” BT. Untuk dapat memahami aspek paleontologi dengan baik, dilakukan pengambilan data dengan pemetaan detil dan ditunjang oleh analisis laboratorium. Hasil dari pengamatan morfologi menunjukkan bahwa koral Acropora di daerah Ujunggenteng terdiri atas lima spesies, yaitu Acropora cervicornis, Acropora palifera, Acropora gemmifera, Acropora humilis, dan Acropora palmata. Hasil pengamatan morfologi ditunjang dengan analisis kuantitatif yang menunjukkan bahwa koral Acropora di daerah Ujunggenteng dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar. Kelompok A yang terdiri atas Acropora palifera, Acropora gemmifera, dan Acropora humilis. Kelompok B terdiri atas Acropora cervicornis dan Acropora palmata. Dari hasil analisis paleontologi, koral Acropora di daerah Ujunggenteng dapat dikelompokkan menjadi tiga asosiasi biofasies, yaitu asosiasi biofasies Acropora cervicornis – Acropora palmata (thanatocoenose), Acropora gemmifera – Acropora i humilis, dan Acropora cervicornis – Acropora palifera. Setiap asosiasi biofasies memiliki perbedaan lingkungan hidup, yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan paleobatimetri dan temperatur. Setelah dilakukan analisis morfostratigrafi, ketiga asosiasi biofasies tersebut menunjukkan adanya morfologi teras. Pembentukan teras ini kemungkinan tejadi karena perubahan muka laut yang didukung oleh faktor tektonik Setelah dilakukan analisis biofasies, dilakukan pengelompokan terhadap fasies batugamping di daerah Ujunggenteng. Kelompok fasies batugamping di daerah Ujunggenteng dapat dibedakan menjadi tiga kelompok fasies batugamping, yang diusulkan sebagai berikut: Muka pantai – koral thanatocoenose, Paparan terbuka – koral thanatocoenose, dan Tepi paparan – koral biocoenose.