Article Details

IDENTIFIKASI BAKTERI POTENSIAL DAN ENZIM PENDEGRADASI DINDING SEL MAKROALGA SARGASSUM SP

Oleh   Nurfitriani [10508048]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dra. Fida Madayanti Warganegara, MS, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Kimia
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Chemistry
Kata Kunci : Makroalga, selulase, xilanase, alginat lyase, 16s rDNA
Sumber :
Staf Input/Edit : Latifa Noor   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-02-12 14:50:13

Generic placeholder image
2012_TA_PP_NURFITRIANI_1-COVER.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2012_TA_PP_NURFITRIANI_1-BAB1.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2012_TA_PP_NURFITRIANI_1-BAB2.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2012_TA_PP_NURFITRIANI_1-BAB3.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2012_TA_PP_NURFITRIANI_1-BAB4.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2012_TA_PP_NURFITRIANI_1-BAB5.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Makroalga memiliki banyak manfaat di bidang pangan, kesehatan, industri dan bioenergi. Metode ekstraksi kimia dan mekanik masih banyak digunakan untuk tujuan memperoleh senyawa-senyawa kimia dan metabolit-metabolit yang bermanfaat dari makroalga. Salah satu metode yang lebih praktis dan efisien yaitu degradasi dinding sel makroalga secara enzimatis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bakteri yang dapat menghasilkan enzim pendegradasi dinding sel makroalga dan menentukan aktivitas dari beberapa enzim yang dihasilkan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penumbuhan bakteri yang bersimbiosis dengan Sargassum sp, isolasi bakteri, screening bakteri penghasil enzim selulase, xilanase, dan alginat lyase menggunakan media bersubstrat spesifik. Penentuan aktivitas xilanase dan selulase dilakukan dengan metode 3,5-dinitrosalisilat (DNS). Identifikasi bakteri yang telah diisolasi dilakukan dengan analisis ribotyping, yang terdiri dari isolasi DNA kromosom, isolasi gen 16s RNA menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan penentuan pohon filogenetiknya. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 5 isolat bakteri yaitu P1 sampai P5 yang menghasilkan enzim xilanase. Isolat bakteri P4 dan P5 menghasilkan enzim selulase, sedangkan isolat bakteri P1, P2, dan P5 menghasilkan alginat lyase. Aktivitas spesifik enzim xilanase bakteri P1, P2, P3, P4, dan P5 masing- masingnya adalah 0,15 U/µg, 0,217 U/µg, 0,262 U/µg, 0,356 U/µg dan 0,293 U/µg. Aktivitas spesifik enzim selulase dari bakteri P4 yaitu 6,865 U/µg, dan bakteri P5 sebesar 8,55 U/µg. Hasil dari analisis ribotyping menunjukkan bakteri P2 memiliki persentase kemiripan sebesar 98% dengan bakteri Pseudomonas xanthomarina strain KMM 1447, bakteri P3 merupakan bakteri Staphylococcus saprophyticus subsp. bovis strain GTC 843, bakteri P4 memiliki kemiripan sebesar 99% dengan bakteri Pseudomonas balearica strain SP1402, dan bakteri P5 merupakan Pseudomonas stutzeri ATCC 17588 = LMG 11199 strain ATCC 17588.