Article Details

PENGARUH PENAMBAHAN GARAM NACL, NH4CL, DAN LARUTAN NH3 25% PADA SINTESIS KLASIK PIGMEN CU-PHTHALOCYANINE: SINTESIS DAN KARAKTERISASI

Oleh   Lintang Ayu Yoenarmi [10509046]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dra. Rita Anggraini, M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Kimia
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Chemistry
Kata Kunci : kompleks M-phthalocyanine; Cu-phthalocyanine; sintesis; pigmen biru; oven
Sumber :
Staf Input/Edit : Latifa Noor   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-02-12 08:15:41

Generic placeholder image
2013_TA_PP_LINTANG_AYU_YOENARMI_1-COVER.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2013_TA_PP_LINTANG_AYU_YOENARMI_1-BAB1.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2013_TA_PP_LINTANG_AYU_YOENARMI_1-BAB2.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2013_TA_PP_LINTANG_AYU_YOENARMI_1-BAB3.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2013_TA_PP_LINTANG_AYU_YOENARMI_1-BAB4.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2013_TA_PP_LINTANG_AYU_YOENARMI_1-BAB5.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Senyawa kompleks Cu-phthalocyanine merupakan salah satu pigmen biru yang diandalkan dalam industri: industri cat, tekstil, tinta, otomotif, dan industri lainnya. Metode sintesis klasik senyawa ini dilakukan dengan mereaksikan senyawa tembaga (II) sulfat pentahidrat, ftalat anhidrida, dan urea; namun metode ini kurang efektif. Pada penelitian ini telah dilakukan penambahan garam NH4Cl, NaCl, dan larutan amonia 25% untuk meningkatkan efektivitas reaksi. Ketiga reagen tersebut masing-masing ditambahkan ke dalam metode sintesis klasik yang menghasilkan tiga produk berwarna biru yang berbeda-beda. Produk yang telah disintesis tersebut dikarakterisasi dengan spektroskopi UV-Visible dan FT-IR. Data spektrum IR yang khas didapat di daerah bilangan gelombang 1640,78 dan 1391,01 cm- 1 yang menunjukkan vibrasi C=C dan C=N pada cincin aromatik. Puncak pada 2820,79 cm-1 menunjukkan vibrasi C-H aromatik. Dan berturut-turut, puncak yang muncul pada 3461,23 cm-1 dan 1755,26 cm-1 sesuai dengan vibrasi N-H pada cincin heteroaromatik dan vibrasi C=O. Rendemen terbesar sebanyak 80,54%(w/w) diperoleh pada campuran dengan penambahan reagen larutan NH3 (25%) yang dipanaskan menggunakan oven selama 3 jam pada suhu 120oC. Padatan biru yang terbentuk diyakini merupakan senyawa kompleks Cu- phthalocyanine biru dan biru pekat yang karakteristiknya sesuai dengan produk yang sama dari literatur.