Article Details

ISOLASI DAN KARAKTERISASI GEN PENYANDI EF-Tu DARI BAKTERI TERMOFILIK (Brevibacillus borstelensis)

Oleh   Nimas Ghasani [21113024]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Sony Suhandono, M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SITH - Bioteknologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Escherichia coli, Brevibacillus borstelensis, protein elongation factor-Tu (EF-Tu), bakteri termofilik, cekaman suhu.
Sumber :
Staf Input/Edit : agus slamet  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-02-11 11:54:47

Generic placeholder image
2016_TS_PP_NIMAS_GHASANI_1-COVER.pdf

Akses : Terbatas
» ITB


Pada suhu lingkungan yang tinggi, protein dapat mengalami denaturasi dan agregasi. Suhu tinggi juga mengganggu kestabilan membran sel dan kecepatan metabolisme bakteri. Salah satu cara bakteri untuk menghindari cekaman suhu adalah dengan mensintesis protein Elongation Factor-Tu (EF-Tu). Protein EF-Tu merupakan protein multifungsi yang berperan dalam sintesis protein dan respon terhadap cekaman lingkungan (molecular chaperone). Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi gen penyandi protein EF-Tu (gen tuf) bakteri termofilik (Brevibacillus borstelensis) dan mengkarakterisasi gen tersebut. Isolat bakteri diidentifikasi spesiesnya secara molekuler menggunakan fragmen 16S rRNA dan menunjukkan kesamaan sekitar 99% dengan Brevibacillus borstelensis. Gen tuf diisolasi menggunakan metode crude PCR, dikloning menggunakan plasmid pGEM-T Easy, dan disubkloning pada plasmid pET32-b yang diekspresikan menggunakan E.coli BL21 (DE3). Gen tuf berhasil diamplifikasi dengan ukuran 1191 pb dan protein EF-Tu berhasil diekspresikan dengan induksi IPTG dengan larik berukuran ~60 kDa pada SDS-PAGE. Percobaan selanjutnya yaitu mengamati pola pertumbuhan E.coli BL21 (DE3) yang mengandung plasmid ekspresi rekombinan pET-tuf pada suhu 37oC, 45oC, 50oC, dan 55oC dengan kontrol E.coli BL21 (DE3) wild type dan E.coli BL21 (DE3) yang mengandung pET32b tanpa sisipan. Uji viabilitas memperlihatkan bahwa E. coli transforman dengan induksi IPTG yang dipapar pada suhu 55oC selama dua jam memiliki jumlah persentase viabilitas sel yang lebih tinggi dibandingkan transforman tanpa induksi IPTG dan kontrol. Hasil ini mengindikasikan bahwa protein EF-Tu dapat meningkatkan viabilitas E.coli BL21 (DE3) pada suhu tinggi.