Article Details

ANALISIS KEANDALAN DEBIT SUNGAI CISANGKUY

Oleh   Nauval Edwar [15310038]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Arief Sudradjat, MIS., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Lingkungan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Sanitary & municipal engineering
Kata Kunci : analisis seri waktu, seri durasi parsal, Cisangkuy, debit minimum, sungai
Sumber : TUGAS AKHIR 11 Juni 2015
Staf Input/Edit : Lili Sawaludin Mulyadi   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-02-11 09:35:41

Generic placeholder image
2019_TA_PP_NAUVAL_EDWAR_-_BAB_1.pdf

Generic placeholder image
2019_TA_PP_NAUVAL_EDWAR_-_BAB_2.pdf

Generic placeholder image
2019_TA_PP_NAUVAL_EDWAR_-_BAB_3.pdf

Generic placeholder image
2019_TA_PP_NAUVAL_EDWAR_-_BAB_4.pdf

Generic placeholder image
2019_TA_PP_NAUVAL_EDWAR_-_BAB_5.pdf

Generic placeholder image
2019_TA_PP_NAUVAL_EDWAR_-_BAB_6.pdf


Sungai Cisangkuy merupakan salah satu sungai yang paling sering dimanfaatkan bukan hanya di wilayah Kabupaten Bandung tapi juga untuk Kota Bandung. Sungai Cisangkuy menjadi sumber air baku utama bagi PDAM Tirtawening yang menyuplai air untuk 69,30% warga Kota bandung, selain itu ada beberapa daerah irigasi dan beberapa perusahaan yang bergantung pada aliran sungai ini. Untuk pertimbangan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sungai, perlu diketahui nilai debit minimum yang terjadi. Pada studi ini dibahas tentang debit andal menggunakan data debit Sungai Cisangkuy selama 14 tahun. Debit andal yang digunakan adalah debit yang melebihi 50% persentase waktu. Selain itu juga dihitung debit minimum yang terjadi di kedua titik pos duga, yaitu Pos Duga Air Pataruman dan Pos Duga Air Kamasan. Metode yang digunakan didasarkan pada formula Weibul dengan menggunakan analisis seri waktu yaitu seri waktu tahunan dan seri durasi parsial. Hasil safe yield pada titik Pos Duga Air Pataruman adalah 7,12 m3 /s sedangkan pada Pos Duga Air Kamasan adalah 8,67 m3/s. Sementara untuk debit minimum tahunan rata-rata yang didapat dengan manggunakan seri tahunan adalah 3,33 m3/s untuk pos duga Pataruman dan 2,61 m3/s untuk pos duga Kamasan. Sedangkan untuk kondisi ekstrim aliran rendah yang menggunakan seri durasi parsial dengan durasi 90 hari dan periode ulang 10 tahun (90Q10), besar debit yang didapatkan adalah 1,386 m3/s di pos duga Pataruman dan 0,698 m3/s di pos duga Kamasan.