Article Details

KARAKTERISASI GEOKIMIA ORGANIK DAN PETROGRAFI ORGANIK SERPIH MINYAK ANGGOTA ATAS FORMASI TELISA, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH

Oleh   Romanda Anggadipa Gemilang [12012034]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Eddy Ariyono Subroto, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Teknik Geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek : Geology, hydrology & meteorology
Kata Kunci : serpih minyak, Anggota Atas Formasi Telisa, geokimia organik, petrografi organik, alginit
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 7 file
Tanggal Input : 2019-02-07 14:40:14

Generic placeholder image
2016_TA_PP_ROMANDA_ANGGADIPA_GEMILANG_1-COVER.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2016_TA_PP_ROMANDA_ANGGADIPA_GEMILANG_1-BAB_1.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2016_TA_PP_ROMANDA_ANGGADIPA_GEMILANG_1-BAB_2.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2016_TA_PP_ROMANDA_ANGGADIPA_GEMILANG_1-BAB_3.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2016_TA_PP_ROMANDA_ANGGADIPA_GEMILANG_1-BAB_4.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2016_TA_PP_ROMANDA_ANGGADIPA_GEMILANG_1-BAB_5.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Daerah penelitian secara administrasi berada di daerah Pangkalan dan sekitarnya, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Secara geologi, daerah penelitian terletak di Cekungan Sumatra Tengah. Sampel serpih yang digunakan pada penelitian berjumlah sebelas dan sampel diambil pada pengeboran dangkal yang dilakukan pada Anggota Atas Formasi Telisa. Berdasarkan data pengeboran, lapisan serpih minyak pada daerah penelitian dibagi menjadi empat lapisan, yaitu Lapisan A, Lapisan B, Lapisan C, dan Lapisan D. Analisis geokimia organik dan petrografi organik dilakukan pada sebelas sampel Anggota Atas Formasi Telisa untuk menentukan karakteristik kuantitas, kematangan, dan kualitas material organik. Analisis geokimia organik dan petrografi organik yang dilakukan meliputi pirolisis Rock-Eval, analisis reflektansi vitrinit, dan analisis komposisi material organik. Berdasarkan analisis yang dilakukan, serpih minyak pada Lapisan A dan B memiliki kuantitas dalam kategori baik hingga luar biasa, tingkat kematangan belum matang, dan kualitas sebagai tipe I dan II, sedangkan serpih minyak pada Lapisan C dan D memiliki kuantitas dalam kategori rendah, tingkat kematangan belum matang, dan kualitas sebagai tipe III. Berdasarkan data komposisi maseral yang didapat, diketahui bahwa Lapisan A dan B didominasi oleh maseral alginit, sedangkan Lapisan C dan D didominasi oleh maseral vitrinit. Karakteristik serpih minyak yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan data hasil retort sampel serpih minyak pada daerah penelitian. Hasil perbandingan yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah kandungan minyak dari hasil retort berbanding lurus dengan nilai persentase alginit, TOC, S1, S2, S3 dan HI, sedangkan jumlah kandungan minyak berbanding terbalik dengan nilai persentase mineral dan OI. Berdasarkan data komposisi maseral dan data inti bor, diinterpretasikan bahwa lingkungan pengendapan Lapisan A dan B adalah danau air tawar, sedangkan lingkungan pengendapan Lapisan C dan D adalah estuari. Berdasarkan hasil analisis data retort dan perhitungan biaya produksi, dapat disimpulkan bahwa serpih minyak Anggota Atas Formasi Telisa pada daerah penelitian saat dilakukan penelitian ini tidak ekonomis untuk diproduksi.