Article Details

EDUKASI ANTI PENYALAHGUNAAN OBAT KEPADA SISWA SD DI KOTA PALU MELALUI MEDIA KARTU KUARTET

Oleh   Hannan [20717004]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D.;Dr. Pratiwi Wikaningtyas, S.Farm., Apt., M.Si.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : inovasi, edukasi, kartu kuartet, anti penyalahgunaan obat, pengetahuan, siswa SD.
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-02-07 10:23:07

Peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat pada komunitas Sekolah Dasar di Indonesia semakin masif dan memprihatinkan. Wujud inovasi untuk memproteksi siswa SD dari peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat yaitu melalui kolaborasi pihak akademisi Institut Teknologi Bandung dengan pihak profesional BPOM di Palu berupa edukasi anti penyalahgunaan obat kepada siswa SD melalui media kartu kuartet. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi tersebut terhadap pengetahuan anti penyalahgunaan obat siswa kelas lima SD di Kota Palu. Metode penelitian menggunakan preexperimental design dengan rancangan one group pretest-posttest terhadap tiga SD yang merupakan perwakilan dari tiga rangking yaitu; baik, cukup baik dan kurang baik berdasarkan hasil Cerdas Cermat BPOM Di Palu tingkat SD sederajat tahun 2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Observasi pengetahuan siswa SD menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas di luar populasi penelitian. Pretest dan posttest dilakukan sebelum dan setelah edukasi. Komparasi data pretest dan posttest pada masing-masing SD dianalisis menggunakan uji T berpasangan sedangkan untuk data seluruh SD dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan hipotesis ada pengaruh edukasi anti penyalahgunaan obat melalui media kartu kuartet terhadap pengetahuan anti penyalahgunaan obat siswa kelas lima SD di Kota Palu. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi terhadap pengetahuan anti penyalahgunaan obat pada siswa kelas lima dari SD perwakilan rangking baik dan cukup baik dengan nilai p masing-masing sebesar 0,005 dan p ?0,001, sedangkan pada SD perwakilan ranking kurang baik, edukasi tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap pengetahuan mereka dengan nilai p sebesar 0,149. Analisis uji Wilcoxon pada siswa dari seluruh SD menunjukkan nilai p ?0,001 yang berarti edukasi memberikan pengaruh terhadap pengetahuan siswa kelas lima SD di Kota Palu.