Article Details

INTERAKSI KIMIAWI SERANGGA DENGAN TANAMAN PISANG DALAM PENYEBARAN PENYAKIT BANANA BLOOD DISEASE (BBD)

Oleh   Masriany [30613002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Tjandra Anggraeni, Ph.D.;Fenny Martha Dwivany, S.Si., M.Si., Ph.D.;Dr. Rizkita Rachmi Esyanti;
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit : SITH - Biologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek : Life sciences ; biology
Kata Kunci : Metabolit sekunder volatil, interaksi tanaman dan serangga, aktivitas foraging, BDB.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-01-09 09:39:41

Banana blood disease (BBD) merupakan penyakit yang menjadi salah satu tantangan utama produksi tanaman pisang di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh Blood disease bacterium (BDB) strain dari bakteri Ralstonia solanacearum filotipe IV. Gejala penyakit BBD adalah pelepah daun melemah, daun menguning, terjadi diskolorasi yang berwarna kemerahan pada jaringan buah, jaringan pembuluh batang semu, dan penghitaman pada bunga jantan. Serangan BBD terjadi secara sistemik sehingga pada akhirnya tanaman pisang mengalami kematian. Penyebaran patogen ini sangat tinggi dan disebarkan oleh serangga pengunjung bunga pisang melalui aktifitas foraging dari tanaman pisang sakit ke tanaman pisang sehat. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi kimiawi antara serangga vektor BDB dengan metabolit bunga pisang. Penelitian didesain menjadi tiga tahapan utama: tahap pertama adalah untuk mengetahui pola aktivitas harian serangga dan keanekaragaman serangga pada: (1). bunga pisang kultivar Nangka dan kultivar Klutuk, (2). bunga pisang yang bergejala BBD dan yang tidak bergejala BDB, serta menganalisis hubungan faktor abiotik dengan keanekaragaman serangga pada perbungaan pisang. Tahap kedua adalah menganalisis interaksi kimiawi antara serangga vektor BDB dengan metabolit atraktan dan fagostimulan bunga pisang. Tahap dua meliputi analisis metabolomik dari metabolit gula dan metabolit atraktan pada bunga pisang kultivar Nangka dan kultivar Klutuk serta uji preferensi serangga pengunjung bunga pisang terhadap metabolit standar bunga pisang. Tahap ketiga adalah membuktikan bahwa serangga pengunjung bunga pisang adalah vektor BDB. Kegiatan pada tahap ini meliputi isolasi dan identifikasi bakteri BDB dari tubuh serangga pengunjung bunga pisang dilanjutkan dengan uji postulat Koch untuk mengkonfirmasi penyakit BBD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola aktivitas serangga perbungaan pisang baik kultivar Nangka maupun kultivar Klutuk tertinggi pada pagi hari dan mengalami penurunan pada siang hari kemudian terjadi kenaikan kembali pada sore harinya. Keanekaragaman serangga pada bunga pisang kultivar Nangka dengan kultivar Klutuk berbeda sangat nyata dengan signifikansi F(1,3)= 1,035 (p