Article Details

AKTIVITAS ANTIHIPERURIKEMIA EKSTRAK ETANOL , FRAKSI EKSTRAK DAN ISOLAT KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L. )

Oleh   Sri Wahyuningsih [30712002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Elin Yulinah ; Prof. Dr. Sukrasno, MS
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit : Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek : Pharmacology & therapeutics
Kata Kunci : antihiperurikemia, Hibiscus sabdariffa L, urikostatik, urikosurik, fraksi, in vitro
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 2019-01-03 14:47:14

Prevalensi penyakit hiperurikemia dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan. Hiperurikemia adalah keadaan kadar asam urat yang tinggi di dalam darah (pria >7mg/dl, wanita>6 mg/dl). Keadaan hiperurikemia dapat berkembang menjadi penyakit pirai dan penyakit lain seperti gangguan ginjal dan hipertensi Alopurinol merupakan obat yang sering digunakan untuk mengobati penyakit hiperurikemia namun banyak efek samping yang ditimbulkannya antara lain : ruam, gangguan saluran cerna, sakit kepala, vertigo, hipertensi, alopesia, hepatotoksis dan neuropati. Dilihat dari banyaknya akibat yang ditimbulkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, serta efek samping yang ditimbulkan oleh pemakaian alopurinol sebagai obat antihiperurikemia, maka perlu dicari bahan tanaman yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk menurunkan asam urat adalah kelopak bunga rosela yang penggunaannya secara tradisional dengan cara meminum air seduhannya. Tanaman rosela terutama kelopak bunga rosela telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengobatan hipertensi, diabetes, menurunkan kolesterol, sebagai diuretik, melindungi dari infeksi, melancarkan peredaran darah, mencegah penyakit jantung, dan dapat menurunkan kadar asam urat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antihiperurikemia ekstrak kelopak bunga rosela, mekanisme kerjanya baik ekstrak, fraksi maupun isolatnya serta mencari senyawa aktif yang mempunyai efek antihiperurikemia. Uji antihiperurikemia in vivo dilakukan dengan menggunakan prazat asam urat yaitu purin yang terkandung dalam buah melinjo pada pakan tikus. Hasil penelitian uji antihiperurikemia menunjukkan bahwa ekstrak etanol kelopak bunga rosela dosis 40 mg/kg bb dan 80 mg/kg bb mempunyai aktivitas antihiperurikemia yang bermakna bila dibandingkan dengan kelompok kontrol, demikian pula dengan fraksi ekstrak etanol mempunyai aktivitas antihiperurikemia. Dosis terbaik untuk fraksi air adalah 37,5 mg /kg bb, sedangkan dosis terbaik dari fraksi etil asetat adalah : 25 mg/kg bb ii Uji mekanisme kerja yang dilakukan pada penelitian ini merujuk pada mekanisme kerja obat penurun asam urat yaitu sebagai urikostatik dan urikosurik. Uji urikostatik dilakukan secara in vitro dengan pembanding alopurinol yang bekerja menghambat enzim xantin oksidase. Hasil penelitian secara in vitro menunjukkan bahwa ekstrak etanol mempunyai hambatan terhadap ezim xantin oksidase pada konsentrasi 100 µg/ml, demikian juga pada fraksi air dan fraksi etil asetat berturut turut (25,13 ; 25,81 dan 32,25 %) namun aktivitas inhibisi ini tidak sebaik alopurinol yang dapat menghambat xantin oxidase pada 10 µg/ml sebesar 49,53 % dengan IC50 10,25 ppm. Pengujian efek urikosurik dilakukan dengan memberikan asam urat oral, hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol mempunyai efek urikosurik pada dosis 40 mg/kg bb, fraksi air pada dosis 75 mg/kg bb sedangkan fraksi etil asetat pada dosis 6,25 mg/kg bb, berdasarkan jumlah asam urat dalam urin yang lebih tinggi dan secara statistik berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol (p