Article Details

MENEMBUS RIKUH MEMIKAT KERINDUAN

Oleh   VEGA GIRI ROHADIAT (NIM: 27015012)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Tisna Sanjaya, M.Sch
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FSRD - Seni Rupa Murni
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : Instalasi, Performans, Makro fotografi, Keluarga, Kecanggungan
Sumber :
Staf Input/Edit : Noor Pujiati.,S.Sos  
File : 1 file
Tanggal Input : 2018-10-04 11:42:51

Menembus Rikuh Memikat Kerinduan merupakan perwujudan atas refleksi personal penulis dalam melihat dan mengalami berbagai macam relasi yang terjadi di dalam sebuah keluarga. Kedekatan yang intim dalam hubungan keluarga adalah salah satu bentuk relasi yang seringkali dijumpai, yang biasanya dipraktikan sebagai bentuk ekspresi kasih penulis bersama anggota keluarga. Seiring berjalannya waktu, umur yang bertambah dewasa, perubahan rupa, berganti sifat, penulis menyadari adanya perubahan pola interaksi yang berdampak pada hubungan intim penulis sewaktu kanak-kanak dan setelah dewasa. Tetapi untuk saat ini dengan didominasi oleh perasaan canggung dan malu yang menyelimuti isi hati penulis, berdampak pada timbulnya jarak dan batasan interaksi emosional penulis dan orang tua. Berdasarkan landasan pengalaman tersebut, dalam gagasan karya ini penulis membuat karya instalasi yang terdiri dari beberapa komponen visual. Salah satunya penulis melakukan kegiatan performansbersama kedua orang tua penulis yang di dokumentasikan melalui foto dan video. Bersama ibu, penulis memintanya untuk memandikan penulis dengan menggunakan ember yang sudah dipergunakan sejak penulis kanak-kanak, sedangkan bersama ayah penulis memintanya untuk menggendong penulis menggunakan kain samping. Selanjutnya penulis menggunakan teknik fotografi makro untuk mendokumentasikan objek-objek retakan serta beberapa jamur yang terdapat di dalam rumah penulis sebagai metafora dari hubungan kedekatan yang mulai memudar. Pemilihan ruang yang dipilih untuk melakukan kegiatan performans serta pemilihan objek merupakan pemilihan secara spesifik yang memiliki nilai historis serta pemaknaan yang ingin penulis sampaikan sebagai gagasan visual secara utuh. Kedua kegiatan performans tersebut dilakukan sebagai usaha penulis dalam mendobrak perasaan canggung terhadap kedua orang tua yang selama ini dirasakan serta menjadi kegiatan katarsis, yaitu kegiatan yang dilakukan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki hubungan penulis dengan orang tua dan kembali menjadi sebuah keluarga penuh dengan ikatan emosional tanpa adanya jarak dan keasingan.