Article Details

PEMODELAN KUALITAS AIR MENGGUNAKAN QUAL2Kw (STUDI KASUS : SUNGAI CILIWUNG)

Oleh   DESY TRIANE (NIM : 25312038)
Kontributor / Dosen Pembimbing : #CONTRIBUTOR#
Jenis Koleksi : Anggota
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : Sungai Ciliwung, beban pencemar, Qual2Kw, proyeksi beban pencemar, pengelolaan kualitas air ; Ciliwung River, pollutant load capacity, QualKw, load capacity projection, water quality management
Sumber :
Staf Input/Edit : hidayat  
File : 9 file
Tanggal Input : 2018-10-24 14:18:15

Abstrak: Pengelolaan DAS Ciliwung termasuk salah satu program kebijakan pemerintah yang terdapat pada salah satu target Millenium Development Goals (MDG) dengan prioritas utama adalah pengelolaan dan perbaikan fungsi dan kualitas air. Sungai Ciliwung memiliki fungsi sosial dan ekonomi bagi masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta. Panjang sungai kurang lebih 129 km, dengan luas DAS sekitar 331,84 km2. Baku mutu yang ditetapkan untuk nilai DO sebagai kelas III yaitu sebesar 3 mg/l. Hampir semua titik pengamatan di segmen 1-6 untuk parameter BOD telah melebihi baku mutu yang ditetapkan yaitu untuk kelas III yaitu 6 mg/l. Nilai BOD berfluktuasi dengan rentang antara 0.1 mg/l hingga mencapai titik tertinggi sebesar 14,5 mg/l di titik Km 126,5. Beban pencemar untuk BOD terbesar dihasilkan pada segmen 4 dan 5 sungai yaitu sebesar 13.577,5 kg/hr dan 28.180,9 kg/hr. Simulasi penyebaran pencemar dilakukan dengan menggunakan software model QUAL2Kw dengan penyelesaian menggunakan rumus numerik dan jenis model steady state. Hasil kalibrasi untuk nilai k1 dan k2 pada segmen 1 adalah 0,3 l/hr dan 0,4 l/hr, segmen 2,3,dan 4 adalah 0,35 l/hr dan 0,4 l/hr, dan segmen 5 dan 6 adalah 0,12 l/hr dan 0,45 l/hr. Proyeksi model dilakukan untuk kurun waktu 20 tahun yaitu 2015–2035. Diperoleh peningkatan beban pencemar BOD pada setiap 10 tahun di semua segmen sungai. Tahapan pengelolaan kualitas air dilakukan mulai segmen 2 sampai dengan 6, dengan pemenuhan kriteria mutu air kelas III di tahun 2025 pada tahap I dan tahun 2035 tahap II. Sistem komunal merupakan sistem paling efektif dan efisien untuk mengurangi BOD sampai dengan 6 mg/l di tahun 2025. Sedangkan untuk tahun 2035, dengan adanya penambahan sistem komunal dan IPAL domestik dapat mengurangi beban pencemar BOD sampai baku mutu kelas III.