Article Details

PENGARUH SIRKULASI MONSUN DI INDONESIA TERHADAP POLA DISPERSI PENCEMAR UDARA BC DAN SENYAWA PREKURSOR O3 (CO, NOx, dan VOC) SEBAGAI SHORT-LIVED CLIMATE FORCERS (SLCFS) (STUDI KASUS: KOTA SURABAYA)

Oleh   BETHA JANUARDI BUDAYA (NIM: 25311311)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing : Ir. Puji Lestari, Ph.D ; Dr. Asep Sofyan, S.T., M.T
Jenis Koleksi : Anggota
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : inventarisasi emisi, model WRF, model Calpuff, monsun ; emission inventory, WRF model, Calpuff model, monsoon
Sumber :
Staf Input/Edit : hidayat  
File : 13 file
Tanggal Input : 2018-10-24 09:18:54

Kota Surabaya merupakan ibukota dari Propinsi Jawa Timur dan merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Kota Jakarta. Pencemaran udara di Kota Surabaya kondisinya semakin mengkhawatirkan karena pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor dari tahun ke tahun, disamping pencemaran udara yang ditimbulkan dari sektor industri. Studi pencemaran udara memerlukan koordinasi berbagai disiplin ilmu salah satunya adalah ilmu meteorologi yang mempelajari tentang kondisi atmosfer. Indonesia yang dipengaruhi oleh sirkulasi monsun akan menyebabkan pola dispersi pencemar udara berubah setiap enam bulan sekali karena adanya sirkulasi monsun barat (musim hujan) dan monsun timur (musim kemarau). Salah satu cara untuk mempelajari pola pergerakan udara adalah dengan melakukan pemodelan meteorologi skala meso WRF (Weather Research and Forecast). Hasil dari model WRF kemudian digunakan sebagai input data meteorologi dalam model Calpuff. Inventarisasi emisi beberapa polutan diantaranya Black Carbon (BC) dan senyawa prekursor O3 yaitu CO, NOx, dan VOC dilakukan sebagai input emisi dalam model Calpuff. BC dan O3 merupakan pencemar udara yang termasuk ke dalam SLCFs (Short-Lived Climate Forcers) yang kuat. SLCFs merupakan senyawa kimia yang memiliki waktu hidup yang singkat di atmosfer namun sangat berkontribusi dalam pemanasan global dan berdampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada musim kemarau angin bergerak dari arah timur pada siang hari hingga sore hari yang akan menyebabkan pencemar udara BC dan senyawa prekursor O3 yaitu CO, NOx, dan VOC bergerak ke arah barat dari Kota Surabaya, sedangkan pada malam hari pencemar udara akan bergerak ke arah timur kemudian berbelok arah karena terbawa angin yang bergerak dari arah tenggara menuju ke arah utara dan barat laut dari Kota Surabaya. Pada musim hujan, angin bergerak dari arah barat laut pada siang hari hingga sore hari yang akan menyebabkan pencemar udara ke arah tenggara dari Kota Surabaya, sedangkan pada malam hari hingga pagi hari pencemar udara akan bergerak secara dominan ke arah timur dari Kota Surabaya.