Article Details

DESAIN PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA SABLON MUARARAJEUN DENGAN METODE DESIGN THINKING

Oleh   ANDI NUR WERE RIO (NIM:27115062)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Dwinita Larasati, S.Sn.,MA Dr. Agus Sachari, M.Sn.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FSRD- Desain
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : Design Thinking, Community Development, Community Based Tourism, Kampung Wisata Sablon Muararajeun, Kota Bandung
Sumber :
Staf Input/Edit : Noor Pujiati.,S.Sos  
File : 1 file
Tanggal Input : 2018-10-04 11:29:04

Kota Bandung dengan panorama dan topologi alam yang indah, ragam destinasi wisata menjadi tujuan favorit wisatawan dalam dan luar negeri. Hal itu dibuktikan dengan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung. Selain itu, Kota Bandung juga didaulat sebagai kota terbaik se-Indonesia dalam ajang penghargaan Indonesia Attractivness Award (IAI) tahun 2017. Dalam ajang penganugerahan tersebut, Kota Bandung meraih penghargaan sebagai kota terbaik kategori pariwisata dengan index pariwisata 95,30 mengalahkan Kota Denpasar (Bandung.merdeka.com, 2017). Hal ini menjadi bukti eksistensi pariwisata Kota Bandung sebagai destinasi wisata favorit di Indonesia. Kawasan Muararajeun dengan aset dan potensi yang besar dianggap sangat layak untuk dijadikan sebagai wisata perkotaan kreatif di Kota Bandung. Akan tetapi kendala saat ini adalah minimnya pengetahuan pengrajin dan masyarakat terkait konsep kepariwisataan serta infrastruktur yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset dan potensi serta menganalisis aktor dan faktor yang bisa dilibatkan dalam desain pengembangan kampung wisata sablon di Kawasan Muararajeun Penelitian ini menggunakan metode design thinking dengan lima tahapan utama yaitu empathize, ddefine, ideate, prototype dan test serta melibatkan berbagai stakeholder ke dalam suatu proses desain. Diharapkan dengan metode ini mampu menjangkau berbagai inovasi yang belum dipikirkan sebelumnya, berkelanjutan dan terfokus pada penggunanya. Manfaat dari penelitian ini adalah memfasilitasi kebutuhan pengrajin serta menjadi dasar pijakan dalam merealisasikan konsep kampung wisata sablon. Penelitian ini nantinya akan mengeluarkan tujuh rekomendasi pengembagan desain ekosistem kampung wisata sablon di Kawasan Muararajeun seperti pembentukajn lembaga pengelola parawisata, peningkatan kapasitas SDM, pembentukan asosiasi, branding kawasan, manajemen limbah kain dan yang terakhir modernisasi Koperasi Paguyuban. Dengan rekomendasi dari hasil penelitian ini diharapkan menjadi alternatif acuan dalam merealisasikan konsep Kampung Wisata Sablon di kawasan Muararajeun Kota Bandung.