Article Details

FORMULASI HIDROGEL IN SITU DENGAN BASIS ALGINAT MENGANDUNG MIKROPARTIKEL PAPAIN UNTUK DEBRIDEMENT LUKA

Oleh   AHSHONAT IZZATUL HAQ NIM : 10714085
Kontributor / Dosen Pembimbing : PEMBIMBING : Dr. Tri Suciati, M.Si. ; Annisa Rahma, M.Sc.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : debridement, papain, alginat, mikropartikel, hidrogel in situ
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2018-07-02 14:42:07

Jaringan nekrotik pada luka kronis yang menghambat proses penyembuhan luka dapat dihilangkan dengan debridement menggunakan enzim proteolitik, seperti papain. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan hidrogel in situ untuk mengontrol pelepasan dan aktivitas enzim papain. Papain dienkapsulasi dalam mikropartikel natrium alginat (MP). MP dibuat dengan mencampurkan larutan natrium alginat dan larutan papain menggunakan pengadukan pada kecepatan 9000 rpm selama 4 menit dan dilanjutkan dengan sonikasi. Formulasi MP dioptimasi secara statistik menggunakan desain Box-Behnken dengan faktor terdiri dari kadar alginat, CaCl2, dan lama sonikasi. Parameter untuk menentukan formula MP optimum adalah ukuran partikel dalam rentang 1-5 µm, serta efisiensi penjerapan (EP) dan loading papain (LP) yang tinggi. Formula MP optimum terdiri dari 0,084% alginat; 0,02% CaCl2; dan 58,2 detik sonikasi dengan ultrasonikator homogenizer. Hasil evaluasi dari formula MP ini menunjukkan ukuran partikel 3,9 µm; EP 82,1%; dan LP 65,82%. Selanjutnya, MP didispersikan ke dalam hidrogel in situ (HMP) yang dibuat dengan komponen berupa alginat, polivinil alkohol (PVA), dan CaCl2 masing-masing sebagai basis, humektan, dan agen penyambung silang. Formula HMP optimum terdiri dari 1% alginat, 5% PVA, dan 0,4% CaCl2. Sediaan HMP menunjukkan viskositas sebelum disambung silang sebesar 60,050,14 mPa dan kapasitas absorbsi air sebesar 125,03,0%. Pelepasan selama tiga hari sediaan HMP sebesar 8,62%. Sediaan HMP menunjukkan pengontrolan profil pelepasan dan aktivitas debridement secara in vitro, serta keberhasilan membentuk hidrogel secara in situ pada suhu tubuh.