Article Details

PENGOLAHAN SAMPAH SISA MAKANAN MENGGUNAKAN ANAEROBIC DIGESTER DI KAMPUS ITB JATINANGOR

Oleh   PRISCILLA ANDHINY (NIM. 15311024)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing : Dr. Mochammad Chaerul ST, MT
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : Anaerobic digestion, biogas, karakteristik sampah, sampah sisa makanan, produksi gas
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 7 file
Tanggal Input : 2017-09-27 10:25:19

Sampah organik merupakan sampah yang dominan komposisinya khususnya di Kota Bandung. Sehingga diperlukan pengelolaan sampah organik lebih lanjut pada sumbernya. Dalam penelitian ini, dilakukan pengolahan limbah padat domestik khususnya sampah dapur kantin ITB Jatinangor menggunakan biodigester dalam kondisi anaerob, tanpa pemanasan dan tanpa kehadiran oksigen yang dioperasikan langsung di kawasan Kampus ITB Jatinangor. Berdasarkan uji karakteristik sampah dapur terhadap parameter kadar air, kadar volatil dan nilai C/N maka sampah makanan ini berpotensi untuk menghasilkan biogas. Penelitian dilakukan menggunakan reaktor anaerobic digester sebanyak 2 buah dengan masing-masing reaktor berkapasitas efektif 7 m3. Dilakukan penelitian sebanyak 2 variasi dengan menggunakan sampah dapur yang sudah dikomposkan 8 hari sebagai umpan bioreaktor untuk variasi 1 dan sampah dapur tanpa melewati proses pengomposan untuk variasi kedua. Karakteristik fisik-kimia sampah dapur variasi 1 sebesar 79,8%, kadar volatil 75,88%, rasio C/N 26,23. Karakteristik fisik-kimia residu yang dihasilkan untuk variasi 1 sebesar 99,56%, kadar volatil 37,32%, nilai C/N 18,68. Untuk variasi 2, umpan bioreaktor menunjukkan kadar air sebesar 90,93%, kadar volatil 87,77%, nilai C/N 25,38. Karakteristik fisik-kimia residu yang dihasilkan sebesar 93,88%, kadar volatil 60%, nilai C/N 25,13 sehingga sampah dapur ini potensial untuk diolah menggunakan anaerobic digester serta berpotensi menghasilkan biogas dengan komposisi metana mencapai 60% volum untuk variasi pertama dan 47% volume untuk variasi kedua. Produksi gas masih belum memenuhi literatur yaitu hanya 0,0262 m3/kg VS per hari untuk variasi 1 dan variasi 2 sebesar 0,0225 m3/kg VS per hari. Variasi pertama dengan proses pengomposan umpan menghasilkan produksi dan komposisi gas metana yang lebih besar dibandingkan dengan produksi dan komposisi gas yang dihasilkan dari variasi kedua tanpa proses pengomposan umpan.