Article Details

THE INFLUENCE OF EMOTIONAL INTELLIGENCE ON EMOTIONAL BIASES IN INVESTMENT DECISION: CASE OF INDONESIA’S EARLY INVESTORS

Oleh   Novia Amalia Rizky (NIM 19014066)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Deddy P. Koesriandartoto, Ph.D
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Sekolah Bisnis dan Manajemen
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek :
Kata Kunci : Behavioral Finance, Emotional Intelligence, Behavioral Bias in Investment Decision.
Sumber :
Staf Input/Edit : Taupik Abidin  
File : 1 file
Tanggal Input : 2017-09-19 09:20:57

Keuangan perilaku datang sebagai teori yang menambahkan penilaian pada aspek psikologi dalam keuangan dan menentang pemikiran keuangan tradisional bahwa individu selalu bertindak secara rasional. Ketika mengambil keputusan dalam ketidakpastian, emosi merupakan salah satu aspek psikologi yang turut berperan besar dalam pembuatan keputusan. Emosi yang mendominasi dapat memicu tindakan tidak rasional dan menyebabkan bias perilaku. Kecerdasan emosional dikaitkan dengan kemampuan untuk memproses dan mengendalikan emosi yang timbul dalam setiap situasi. Dengan adanya kecerdasan emosional, investor diharapkan bisa mengendalikan emosi yang timbul dari ketidakpastian yang terjadi di pasar saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosi investor dalam mengurangi kecenderungan bias saat melakukan pengambilan keputusan. Pengukuran kecerdasan emosional dilakukan dengan menggunakan lima dimensi kecerdasan emosional oleh Goleman meliputi, kesadaran diri, manajemen diri, motivasi, empati, dan manajemen hubungan. Sedangkan bias yang akan dipelajari berfokus pada bias yang disebabkan oleh bias emosional atau emosional meliputi, bias kepemilikan, bias pengendalian diri, bias optimisme, bias penghindaran rugi, dan bias penghindaran penyesalan. Metode regresi logistik digunakan untuk menguji semua variabel dalam penelitian. Kuesioner online dirancang sebagai alat pengumpulan data, dengan 147 responden yang merupakan investor pemula di Indonesia terkumpul untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecenderungan melakukan bias dalam pengambilan keputusan oleh investor pemula di Indonesia cukup kuat. Meski telah memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, sebagian besar investor terbukti tetap tidak rasional dan cenderung mengambil keputusan bias dalam keputusan investasi. Hasil dari penelitian ini juga menemukan beberapa faktor kecerdasan emosi yang terbukti memiliki pengaruh pada bias emosi yakni motivasi dan empati. Sedangkan faktor kecerdasan emosi lain meliputi kesadaran diri, manajemen diri, dan manajemen hubungan tidak terbukti memiliki pengaruh yang signifikan mengurangi kecenderungan bias dalam pengambilan keputusan.