Article Details

NETWORK-BASED BUSINESS MODEL INNOVATION IN INFORMATION TECHNOLOGY INDUSTRY IN INDONESIA, CASE STUDY OF BANDUNG DIGITAL VALLEY, STARTUP BANDUNG, AND IDCLOUDHOST

Oleh   FADHILA RIZKY RAMADHAN (NIM 19014135)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Dina Dellyana, Apt., MBA.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Sekolah Bisnis dan Manajemen
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek :
Kata Kunci : Network, Business Model, Business Model Innovation, Value, Information Technology Industry
Sumber :
Staf Input/Edit : Wiwik Istiyarini  
File : 1 file
Tanggal Input : 2017-09-17 07:04:49

ABSTRAKSI Industri teknologi informasi memiliki compound annual growth rate (CAGR) sebesar 3.3% untuk periode forecast 2015-2020. Angka tersebut menyebabkan industri teknologi informasi masuk menjadi salah satu dari industri dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Para inventor terus memunculkan penemuan-penemuan baru semenjak ditemukannya internet, mulai dari e-commerce hingga penyimpanan data berbasis cloud. Pertumbuhan industri teknologi informasi juga menyebabkan perubahan perilaku masyarakat. Di bulan desember 2015, terdapat hampir 40% populasi dunia atau sekitar 3.26 milyar menjadi pengguna internet. Hal tersebut mengindikasikan bahwa internet telah menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Di Indonesia, pelaku industri teknologi informasi memiliki peluang besar menyangkut sumber daya manusia dan kondisi pasar Indonesia. Sayangnya, mereka masih membutuhkan lebih banyak perbaikan yang terfokus kepada model bisnis mereka sebelum bisa bersaing di pasar global. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk berinovasi di model bisnis adalah dengan berkolaborasi dengan pelaku bisnis lain. Namun, para pelaku industri teknologi di Indonesia kurang memiliki pemahaman terhadap kegiatan kolaborasi. Kebanyakan dari mereka tidak menyadari adanya jaringan kolaboratif yang merupakan salah satu media kolaborasi. Kurangnya pemahaman akan jaringan kolaboratif tersebut dapat dijabarkan menjadi kurangnya pemahaman terhadap kondisi jaringan, model bisnis, inovasi model bisnis dan keluaran nilai dari implementasi jaringan, model bisnis, dan inovasi model bisnis. Keempat permasalahan tersebut menjadi permasalahan inti dalam penelitian ini. Penelitian ini berfokus dalam mengisi kesenjangan pemahaman terhadap empat masalah inti dengan memberikan contoh praktek bisnis di beberapa tipe jaringan. Penelitian ini menggunakan kerangka konseptual inovasi model bisnis berbasis jaringan yang menggabungkan empat dimensi meliputi jaringan, model bisnis, inovasi model bisnis dan nilai. Penulis menggunakan metodi studi kasus sebanyak tiga kasus yang mewakili masing-masing jenis jaringan. Bandung Digital Valley mewakili jaringan vertikal, Startup Bandung mewakili jaringan horizontal dan IDCloudHost mewakili jaringan multidimensi. Setiap studi kasus dipilih berdasarkan pengalaman mereka dalam melakukan inovasi model bisnis berbasis jaringan yang dapat memberi mehaman bagi para pelaku industri teknologi informasi di Indonesia untuk bergabung dengan jaringan kolaboratif. Data dalam studi kasus ini dikumpulkan dengan menggunakan semi-structured interview dan desk research. Responden dipilih dengan menggunakan purposive sampling dengan berfokus pada adanya kemungkinan mereka dapat menghasilkan data akurat dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini meliputi satu orang dari focal firm dan satu atau lebih orang dari anggota jaringan. iv Hasil dari studi kasus ini menunjukkan bahwa kondisi jaringan, model bisnis, dan inovasi model bisnis yang berbeda akan menghasilkan hasil nilai yang berbeda. Jaringan vertikal dengan sistem dan prosedur yang kaku memberikan inovasi model bisnis yang tertutup. Jaringan vertikal ini menghasilkan enam jenis nilai yang dapat ditangkap masing-masing member. Jaringan horizontal dengan inisiatif anggota dalam setiap kegiatan memberikan inovasi model bisnis yang terbuka. Jaringan horizontal ini menghasilkan empat jenis nilai yang dapat ditangkap. Jaringan multidimensi dengan kolaborasi yang dapat dinegosiasikan menghasilkan tiga jenis nilai yang dapat ditangkap. Dalam hal nilai yang diciptakan, jumlah nilai tergantung pada kegiatan kolaborasi di dalam setiap jenis jaringan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku industri teknologi informasi di Indonesia sebaiknya memahami kondisi jaringan, model bisnis dan inovasi model bisnis di setiap jaringan. Dengan demikian, mereka bisa bergabung dengan jaringan berdasarkan preferensi dan kebutuhan masing-masing. Meski begitu, penulis menyarankan bahwa nilai bisa tertangkap secara maksimal jika pelaku industri bergabung dengan semua jenis jaringan. Kata Kunci: Jaringan, Model Bisnis, Inovasi Model Bisnis, Nilai, Industri Teknologi Informasi