Article Details

ANALISA PERGERAKAN WAHANA HAPS SEBAGAI KAJIAN AWAL PENERAPAN KOMUNIKASI OPTIK ANTAR HAPS

Oleh   Muhammad Ary Murti
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing I: Edi Leksono; Pembimbing II: Farida Idealistina M.; Scan: Koryati
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTI - Teknik Fisika
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek :
Kata Kunci : High Altitude Platform System (HAPS), optical communication, HAPS movement
Sumber :
Staf Input/Edit :  
File : 1 file
Tanggal Input : 2004-11-09 12:50:26

High Altitude Platform System (HAPS) merupakan sebuah sistem baru yang hampir sama dengan sistem satelit tapi memiliki ketinggian 20-50 km. sehingga memiliki jangkauan area yang lebih kecil. HAPS memiliki keunggulan dari segi biaya. pemeliharaan dan pengembangan. karena mudah untuk dinaik-turunkan dan dipindah-tempatkan. Untuk komunikasi antar HAPS digunakan sistem komunikasi optik (Laser) sehingga dapat diperoleh kecepatan tranfer data yang tinggi hingga orde Giga bps dengan konsumsi daya yang rendah. Agar transfer data dapat dilakukan maka hams terdapat Line of Sight (LOS) antara transmitter pada suatu RAPS dan receiver pada HAPS yang lainnya. HAPS dapat menggunakan wahana seperti pesawat ataupun balon udara. Pergerakan wahana tidak dapat dihindari walaupun terdapat kontrol posisi dan sikap dari wahana. Untuk menjaga LOS. diperlukan sistem Pointing. Acquisition. and Tracking (PAT) yang baik. Pointing merupakan proses pengarahan sinar laser ke arah tertentu yang diinginkan. Acquisition adalah proses penentuan posisi HAPS lain dengan menentukan arah datangnya sinyal. Sedangkan Tracking adalah proses yang melibatkan Pointing dan Aqcuisition dalam menjaga LOS. Dalam penelitian ini dianalisa pergerakan wahana HAPS berkaitan dengan penerapan komunikasi laser antar HAPS. Analisa dilakukan untuk merumuskan kecepatan maksimum pergeseran wahana yang diperbolehkan. Pembahasan dimulai dari model motor penggerak antena dan model umpan batik (proses akuisisi) yang digunakan pada sistem tracking. kemudian didesain pengontrol PID agar diperoleh performasi yang lebih baik. Selanjutnya ditentukan geometri berkas sinar yang dihasilkan antena optik. Untuk menentukan batasan kecepatan maksimum yang diijinkan. diuraikan jenis pergerakan dan hubungannya dengan geometri berkas sinar dan respon sistem tracking hingga diperoleh persamaan kecepatan rotasi dan translasi maksimum. Hasil penelitian ini menyimpulkan kontrol sistem tracking sudah cukup memuaskan dengan menggunakan pengontrol PID. Antena optik yang digunakan dapat menghasilkan sudut penyebaran berkas sinar sebesar 0.0825° untuk komunikasi dengan jarak 200km. Gerakan rotasi lebih berpengaruh terhadap usaha sistem tracking menjaga LOS dibandingkan dengan gerakan translasi. Komunikasi optik antar HAPS dengan kontrol tracking tersebut. dapat diterapkan apabila kontrol posisi dan sikap dari wahana dapat menjaga kecepatan gerakan dari wahana tidak lebih dari 9°/det.