Article Details

KRIPTOGRAFI SINKRIPSI TERDELEGASI DENGAN PROSES DAN PESAN TERURAI MENGGUNAKAN SISTEM MULTI AGEN

Oleh   Samuel BETA KUNTARDJO KRISTIONO (NIM : 332 04 003); Tim Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Tr
Kontributor / Dosen Pembimbing : Tim Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono, M.Sc.; Dr. Ir. Armein Z.R.Langi,M.Sc.; Dr. Ir. Budi Rahardjo,M.Sc.
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit : Teknik Sains
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : sinkripsi, kriptografi, sistem multi agen.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice D  
File : 10 file
Tanggal Input : 2014-11-24 09:10:19

Sinkripsi merupakan sebuah paradigma baru kriptografi yang secara simultan menjalankan fungsi tanda tangan digital dan fungsi enkripsi kunci publik dengan ongkos yang lebih kecil daripada pendekatan konvensional (tanda tangan - lalu -enkripsi). Meskipun demikian beban komputasinya masih tergantung ukuran pesan yang diolah. Disertasi ini meneliti bagaimana sinkripsi dapat diurai menjadi satuan-satuan tugas kecil, sehingga beban komputasinya lebih kecil dan tidak bergantung pada ukuran pesan. Sebuah graf tugas telah dikembangkan (1) untuk mengurai dan mengelompokkan satuan-satuan tugas yang bergantung dan tidak bergantung pada ukuran pesan dan (2) untuk memenggal pesan menjadi blok pesan berukuran sama, sehingga ukuran pesan tidak lagi berperan. Berdasarkan fungsionalnya penelitian ini berhasil membagi sinkripisi menjadi 7 bagian proses dengan 9 satuan tugas dan untuk desinkripsinya 6 bagian dengan 10 satuan tugas. Setiap satuan tugas akan didelegasikan dan dikerjakan ke agen-agen dalam MAS. MAS yang dirancang terdiri dari sebuah agen antarmuka dan 13 jenis agen proses. Agen antarmuka menerima semua paramater yang diberikan oleh pengguna, mengelola parameter, dan tugas untuk didistribusikan ke agenagen yang sesuai. Agen-agen proses dirancang sekali pakai saja, berfungsi untuk perhitungan, pemenggalan/penggabungan pesan, dan pengecekan kelengkapan pesan dan keaslian. Penguraian proses sinkripsi telah berhasil menurunkan nilai beban komputasi maksimal yang dibutuhkan oleh satuan tugas sekitar 80% dari beban utuhnya, dan nilainya relatif tetap terhadap perubahan ukuran pesan. Karena nilai beban komputasi ini relatif tetap, maka prosentase penurunannya akan terus meningkat seiring dengan besar pesan yang disandikan. Jika kriptografi sinkripsi terurai ini dikerjakan secara bertahap di sebuah simpul, nilai total bebannya akan meningkat minimal 110%. Meskipun beban komputasi totalnya naik, tetapi karena nilai satuannya relatif tetap ini adalah suatu keuntungan. Hal ini menyatakan bahwa sebuah simpul dengan kemampuan komputasi yang lebih rendah dari yang harus dipenuhi untuk proses sinkripsi utuh dapat tetap melaksanakan proses sinkripsi dan tidak perlu meningkatkan kemampuan komputasinya untuk mengolah pesan yang lebih besar. Dengan demikian proses kriptografi sinkripsi, yang semula harus dilaksanakan sendiri secara utuh dalam selangkah, dapat dikerjakan sendiri atau bersama secara bertahap atau terdistribusi dengan beban komputasi yang lebih rendah.