Article Details

JURNAL TEKNIK MESIN, Vol. 17, No. 3, 2002

Oleh   Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri - Institut Teknologi Bandung
Kontributor / Dosen Pembimbing : #CONTRIBUTOR#
Jenis Koleksi : Prosiding
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : machine
Sumber :
Staf Input/Edit : Vika Anastasya Kovariansi  
File : 5 file
Tanggal Input : 2016-11-11 14:45:51

ANALISIS KEANDALAN DALAM PERANCANGAN TEKNIK, STUDI KASUS SISTEM KENDALI ELEVATOR PESAWAT CN235-220 (I Wayan Suweca dan Rosyidin Sufyani)hal. 92-97Tulisan ini menyajikan suatu kajian analisis keandalan sistem mekanik berupa sistem kendali elevator pesawat CN235-220. Analisis dilakukan dengan menggunakan teorema Bayes. Analisis keandalan dilakukan untuk berbagai macam konfigurasi sistem, yaitu untuk sistem yang ada dan dua sistem hasil modifikasi. Berdasarkan hasil perhitungan nilai keandalan diperoleh bahwa salah satu sistem hasil modifikasi memberikan nilai keandalan, yang relatif lebih baik dari sistem yang ada. Walaupun dari aspek keandalan sistem hasil modifikasi memberikan nilai yang relatif lebih baik, tetapi masih diperlukan kajian lain (kekuatan, kestabilan, dan sebagainya.) untuk dapat mengetahui apakah sistem hasil modifikasi tersebut dapat memenuhi semua persyaratan yang berlaku. PERANCANGAN ALGORITMA PENJADWALAN PEMBUATAN CETAKAN SESUAI DENGAN DUE DATE JADWAL PELEBURAN LOGAM UNTUK MENDUKUNG KONSEP SISTEM PRODUKSI TERDISTRIBUSI MANDIRI (STUDI KASUS SEKSI FOUNDRY PT. BANINUSA INDONESIA) (Yatna Yuwana Martawirya, Bagus Arthaya, dan Yanni)hal. 98-106Saat ini industri manufaktur di Indonesia dituntut untuk memiliki fleksibilitas yang tinggi agar dapat merespon dengan cepat terjadinya perubahan-perubahan dinamis dalam proses produksi. Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri (SPTM) merupakan salah satu alternatif sistem produksi yang dapat meningkatkan fleksibilitas sistem dengan mampu menyesuaikan diri pada kondisi perubahan dinamis yang terjadi di dalam sistem tersebut. SPTM merupakan sistem produksi di mana elemen produksinya merupakan elemen yang mandiri, yang proses perencanaan dan pengendalian produksinya dilakukan secara terdistribusi oleh masing-masing elemen produksi yang mandiri. Masing-masing elemen produksi tersebut mempunyai otonomi untuk melakukan fungsi monitoring, fungsi pengambilan keputusan, fungsi pengendalian, dan fungsi komunikasi dengan elemen produksi lainnya. Karena masing-masing elemen produksi mengambil keputusan secara mandiri maka harus terdapat pengkoordinasian hasil pengambilan keputusan agar tidak timbul konflik antar elemen produksi mandiri. Dalam penelitian ini diterapkan konsep SPTM pada Seksi Foundry di PT. Baninusa Indonesia. Tugas yang dibahas adalah melakukan penjadwalan pembuatan cetakan sesuai dengan jadwal peleburan logam sehingga dapat mendukung rencana cor dan memenuhi pesanan konsumen. Penelitian ini diselesaikan dengan bantuan program aplikasi yang dikembangkan khusus untuk itu sehingga diharapkan dapat memberikan solusi berupa penjadwalan pembuatan cetakan yang lebih baik. ANALISIS KELURUSAN GERAK DAN PEMOSISIAN MEJA MACHINING CENTER MILLAC 4H (Komang Bagiasna dan Darto)hal. 107-116Dalam penelitian ini dilakukan pengujian ketelitian gerak meja machining center arah sumbu – X menggunakan pengukuran berbasis laser interferometer. Ketelitian gerak meja machining center yang diuji meliputi ketelitian pemosisian, ketelitian gerak angular dan ketelitian kelurusan gerak. Merujuk pada hasil pengukuran selanjutnya dilakukan analisis kesalahan gerak meja machining center berdasarkan pemodelan kesalahan gerak meja dengan menggunakan metode matriks transformasi homogen (MTH). Analisis defleksi lintasan luncur dilakukan dengan menerapkan metode lima titik kontak dan analisis lainnya yang memperhitungkan pengaruh ketidaksejajaran antara ballscrew dengan lintasan luncur. Diagnosis dilakukan dengan cara membandingkan kurva ketelitian gerak meja hasil pemodelan terhadap kurva serupa hasil pengukuran dengan laser interferometer sehingga bentuk keausan lintasan luncur dan keausan ballscrew machining center dapat diketahui. ANALISIS KETIDAKSTABILAN PARAMETRIK MEKANISME EMPAT BATANG ELASTIK (Syamsul Huda dan Andi Isra Mahyuddin)hal. 117-125Perbaikan produktivitas antara lain dapat dicapai melalui peningkatan kecepatan operasi mesin produksi. Sebagai akibatnya, fleksibilitas komponen tidak lagi dapat diabaikan. Hal ini mengakibatkan kekakuan batang berubah terhadap posisi sehingga dapat menimbulkan eksitasi parametrik. Penelitian ini mengkaji perilaku dinamik sebuah batang penghubung elastis pada mekanisme 4-batang. Deformasi transversal batang elastis tersebut diatur oleh persamaan diferensial parsial nonlinier dengan koefisien berubah-waktu. Persamaan ini diselesaikan melalui proses linearisasi dengan metode perturbasi dan solusi kemudian diperoleh dengan menggunakan algoritma solusi tunak. Kestabilan dinamik dievaluasi berdasarkan teori Floquet. Hasil analisis disajikan dalam bentuk peta kestabilan parametrik, dan validasi analisis kestabilan dinamik dilakukan dengan bantuan metode integrasi langsung. Pengaruh gaya luar, redaman dan nisbah massa batang pengikut terhadap batang penghubung juga ditinjau. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya gaya luar tarik, peningkatan redaman, dan nisbah massa menambah kestabilan batang penghubung elastik. PENGEMBANGAN PERANGKAT AKUISISI DATA PORTABEL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C52 UNTUK PENYEIMBANGAN DI LAPANGAN (Zainal Abidin, Arief Indrabayu, Adi Santoso, dan Hariyadi)hal. 126-131Makalah ini membahas pengembangan perangkat keras sistem akuisisi data portabel berbasis mikrokontroler yang cocok digunakan untuk proses penyeimbangan di lapangan. Perangkat keras ini dirancang untuk memiliki tiga kanal masukan, yaitu kanal 0, 1, dan 2. Kanal 0 dirancang untuk dapat menerima sinyal DC sehingga sesuai bila dihubungkan dengan sensor optik, sedangkan kanal 1 dan 2 dapat menerima sinyal AC sehingga sesuai untuk dihubungkan dengan sensor getaran. Dalam perangkat keras ini, proses pencuplikan data dilakukan oleh tiga buah ADC yang bekerja secara serentak. Data hasil pencuplikan tersebut kemudian disimpan dalam memori yang memiliki kemampuan untuk menyimpan data sebanyak 8192 tiap kanal. Perangkat ini juga dilengkapi dengan modul keypad sebagai sarana masukan, modul LCD sebagai sarana keluaran, serta catu daya baterai yang dapat diisi ulang. Agar perangkat keras ini dapat bekerja, sebuah perangkat lunak untuk akuisisi data juga telah dikembangkan dalam penelitian ini. Perangkat lunak ini terdiri dari program akuisisi data dan program antar muka. Pengujian unjuk kerja dari sistem akuisisi data dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dengan data yang dicuplik menggunakan MSA HP 35650. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa perangkat akusisi data yang dibuat mampu menghasilkan data yang cukup mendekati data hasil pencuplikan dengan MSA.