Article Details

THE EFFECT OF LOSS TO THE COMPANY PERFORMANCE: CASE IN INDONESIA STOCK EXCHANGE 1997-2003

Oleh   LISQIA LALANTIKA (NIM 19005029)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing : Deddy P. Koesrindartoto, Ph.D.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Sekolah Bisnis dan Manajemen
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek :
Kata Kunci : Kerugian, Dampak jangka pendek, Dampak jangka panjang, Hutang tambahan, Trend dan level
Sumber :
Staf Input/Edit : Rizki Aprianti  
File : 7 file
Tanggal Input : 2009-07-13 10:45:11

Generic placeholder image
2008 TA PP LISQIA LALANTIKA 1-COVER.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP LISQIA LALANTIKA 1-BAB1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP LISQIA LALANTIKA 1-BAB2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP LISQIA LALANTIKA 1-BAB3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP LISQIA LALANTIKA 1-BAB4.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP LISQIA LALANTIKA 1-BAB5.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2008 TA PP LISQIA LALANTIKA 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia


Kerugian merupakan suatu kondisi dimana sebuah perusahaan menghasilkan nilai negatif pada laporan laba rugi pada kurun periode tertentu. Kerugian tersebut diyakini akan berimbas terhadap performansi perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi reputasi perusahaan itu sendiri. Reputasi dan performansi perusahaan akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang akan menjadi salah satu konsiderasi para investor untuk mempercayakan investasi mereka pada perusahaan tersebut. Dampak yang dihasilkan oleh terjadinya suatu kerugian bisa berupa dampak jangka pendek maupun panjang. Dampak jangka pendek diindikasikan dengan performansi saham yang diukur melalui pendekatan abnormal return. Sementara itu, dampak jangka panjang teridentifikasi melalui beberapa variabel, yaitu: pertumbuhan perusahaan (perubahan pendapatan bersih), Price Earning ratio, dan Debt to Equity ratio. Variabel-variable ini muncul atas asumsi dasar penting yaitu kerugian yang terjadi pada perusahaan akan dibiayai oleh hutang tambahan perusahaan di tahun-tahun setelahnya. Kerugian menindikasikan bahwa perusahaan akan mengalami perubahan produktivitas yang ditaksir akan mempengaruhi performansi perusahaan pada tahun-tahun berikutnya. Berdasarkan kondisi ini, analisa mengenai keadaan perusahaan setelah kerugian terjadi dianggap penting untuk dimengerti, apakah akan ada perbedaan yang muncul di antara kondisi sebelum dan sesudah kerugian. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menidentifikasi apakah perbedaan tersebut benar-benar terjadi setelah adanya peristiwa kerugian, menyangkut level dan trend, terhadap semua variable yang telah disebutkan di atas. Hasil tes dan kesimpulan akan dikemukakan di bagian akhir penelitian ini. Hasil yang didapatkan dari pengujian sampel berpasangan (paired sample t-test) akan menidentifikasi dampak jang pendek maupun panjang yang dihasilkan dari sebuah kerugian perusahaan terhadap empat variabel yang telah ditentukan sebelumnya pada perusahaan-perusahaan Indonesia pada tahun 1997-2003. Hasil penelitian juga akan menginvestigasi apakah hasil penelitian serupa yang telah dilakukan juga data diaplikasikan di Indonesia. Didasarkan oleh beberapa keterbatasan, penelitian selanjutnya diharapkan dapat menjalankan suatu penelitian yang lebih detail dan observasi yang lebih dalam terhadap dampak kerugian kepada performansi perusahaan. Observasi yang lebih dalam dan detail dibutuhkan untuk mengetahui cara perusahaan Indonesia mengatasi kerugian dan mengidentifikasi kecenderungan-kecenderungan lain yang terjadi secara lebih spesifik.