digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Raka Aludi Haryanto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Raka Aludi Haryanto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Raka Aludi Haryanto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Raka Aludi Haryanto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Raka Aludi Haryanto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Raka Aludi Haryanto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Raka Aludi Haryanto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Pertanian masih merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, dan merupakan penyumbang sekitar 13-15% PDB nasional dan mempekerjakan sebagian besar penduduk. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada pupuk kimia sejak Revolusi Hijau telah menyebabkan degradasi tanah yang parah dan masalah lingkungan. Dengan meningkatnya kebutuhan untuk menciptakan pertanian berkelanjutan dan organik, kemungkinan inovasi dalam produksi pupuk organik diperkenalkan. Sebagai perusahaan rintisan di Bandung, PT Guna Olah Niaga (PT GON) bertujuan untuk memecahkan masalah produktivitas pertanian serta masalah pengelolaan limbah dengan memproduksi pupuk organik cair yang dihasilkan dari biomassa invasif dan terbuang, misalnya eceng gondok dan limbah sayuran. Meskipun idenya menjanjikan, PT GON memiliki sejumlah masalah strategis yang terkait dengan kurangnya kapasitas produksi, kredibilitas pasar yang buruk, keterbatasan keuangan, dan diferensiasi produk yang buruk. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengembangkan strategi bisnis yang diusulkan untuk membantu PT GON tumbuh secara berkelanjutan melalui penerapan pendekatan manajemen strategis. Tujuan penelitiannya adalah: (1) untuk menguji kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dan peluang dan ancaman eksternal perusahaan berdasarkan kerangka kerja manajemen strategis, (2) untuk merekomendasikan strategi bisnis yang dapat digunakan untuk mewujudkan pertumbuhan dan daya saing dalam industri pupuk organik, dan (3) untuk merencanakan beberapa Indikator Kinerja Utama (KPI) yang terukur yang dapat diimplementasikan dalam periode tiga tahun. Peneliti menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif di mana data primer akan dikumpulkan dengan melakukan wawancara semi-terstruktur dengan delapan pemangku kepentingan utama yang merupakan empat pendiri organisasi dan empat pakar luar seperti petani, pejabat pemerintah daerah, dan praktisi di industri pertanian. Temuan tersebut dilengkapi dengan data sekunder, yang didasarkan pada laporan industri, literatur akademis, dan publikasi pemerintah. Rantai Nilai dan VRIO telah digunakan sebagai dua kerangka kerja analitis dalam analisis internal, dan PESTEL dan Lima Kekuatan Porter dalam analisis eksternal. Temuan tersebut kemudian disintesis menggunakan matriks SWOT dan TOWS untuk menghasilkan alternatif strategis. Analisis internal menunjukkan bahwa PT GON memiliki kekuatan dalam pemanfaatan limbah yang inovatif dan keahlian pendiri, serta kelemahan dalam hal standarisasi produksi dan skalabilitas serta sumber daya keuangan yang tidak memadai. Analisis eksternal menemukan beberapa peluang dalam peningkatan pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan, permintaan B2B akan input ramah lingkungan, dan kewenangan pemerintah dalam isu sertifikasi organik. Meskipun demikian, risiko terbesar adalah pupuk kimia bersubsidi, pasar yang kompetitif, dan keengganan petani untuk mengadopsi produk karena ketidakpastian produk yang dirasakan. Berdasarkan formulasi TOWS, terdapat empat pilar strategis yang disarankan: (1) Keunggulan Proses Bisnis Internal dan Kapabilitas Operasional; (2) Kekuatan Finansial dan Kapasitas Pertumbuhan Berkelanjutan; (3) Kredibilitas Pasar, Pengembangan Pelanggan, dan Keterlibatan Eksternal; serta (4) Inovasi Jangka Panjang, Pengembangan Kapabilitas, dan Pembelajaran Organisasi. Strategi-strategi ini memiliki kerangka kerja Balanced Scorecard yang menguraikan KPI dalam empat perspektif, meliputi finansial, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran, dan pertumbuhan, serta tujuan spesifik tahun 2026-2028. Studi ini menemukan bahwa pendekatan bisnis gabungan yang berfokus pada keunggulan operasional, penetrasi pasar berbasis strategis, dan pengembangan kompetensi dapat memperkuat keberadaan PT GON di pasar pupuk organik Indonesia. Selain implikasi manajerial PT GON, studi ini dapat menambah literatur tentang proses manajemen strategis melalui bukti bagaimana kerangka kerja strategis terstruktur memungkinkan usaha kecil berkelanjutan yang beroperasi di pasar negara berkembang untuk mencapai keunggulan kompetitif. Lebih lanjut, studi ini memberikan contoh yang dapat direplikasi oleh perusahaan rintisan lain di sektor ekonomi hijau di Indonesia untuk beralih dari fase operasional awal ke fase pengembangan bisnis yang terorganisir.