Bandara Soekarno-Hatta (CGK) adalah bandara terbesar di Indonesia dan juga paling sibuk yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (AP II). Pada tahun 2019 direncanakan akan dilakukan program revitalisasi untuk meningkatkan daya tampung di Terminal 1 dan 2. Pada saat yang bersamaan, Pemerintah yang sedang menggenjot pertumbuhan industry wisata lalu menginstruksikan kepada AP II untuk membangun sebuah Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Sejalan dengan program pemerintah maka konsep LCCT disinkronkan dengan program revitalisasi tersebut. Konsep pelayanan LCCT CGK terbagi atas seamless journey, fast processing time, differentiated services. Pada LCCT proporsi commercial space berkurang drastic dari sebelumnya. Hal tersebut ditambah dengan belum adanya bisnis strategi yang konkret. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis situasi bisnis dan mnegidentifikasi bisnis strategi yang sesuai dengan konsep LCCT serta sumber daya apa yang harus dibentuk.
Untuk mengetahui kondisi terkini dari rencana pengembangan LCCT CGK perlu eksplorasi situasi bisnis dengan menggunakan external environment analysis dan internal condition analysis. Dari external environment analysis, penelitian ini dapat merumuskan peluang dan ancaman di lingkungan industry dengan tools PESTEL, Porter's five forces, competitor dan customer analysis. Sementara itu, internal condition analysis dapat merumuskan kekuatan dan kelemahan LCCT CGK dengan menggunakan resources, capabilities dan core competencies analysis. Keempat aspek tersebut dianalisis melalui SWOT.
Untuk itu dilakukan perancangan business level strategy dan functional level strategy. Business strategy menggunakan dual strategy: integrated cost leadership dan differentiation. Cost leadership melingkupi penghapusan fasilitas pelayanan konvensional dan memindahkan aerobridges ke Terminal 3. Sementara contoh differentiation adalah implementasi total self-kiosk check in, web check in, self-baggage drop, digital way finding dan penyediaan e-commerce di LCCT. Sedangkan functional level strategy menggunakan marketing, operational dan organizational strategy.
Setelah menyusun business solution selanjutnya disusun juga conclusion, recommendation dan implementation plan. Rekomendasi terkait masalah diatas adalah pegawai CGK harus meninggalkan zona nyaman, menerapkan konsep LCCT dan juga mengerti perbedaan karakteristik penumpang LCC; Kolaborasi harus ditingkatkan antar unit (internal) maupun dengan stakeholders lain (external) dalam rangka menyukseskan implementasi LCCT CGK. Implementation plan berisi action program, unit in charge, objective dan timeline.
Perpustakaan Digital ITB