Penggunaan antimikroba dalam mengatasi infeksi secara global telah banyak disalahgunakan akibat
penggunaan yang tidak tepat sehingga telah banyak memicu fenomena Antimicrobial Resistance
(AMR) yang berbahaya. Eksplorasi sumber potensial antimikroba alternatif menjadi solusi dalam
menghadapi permasalahan ini. Jamur endofit mampu menghasilkan beragam metabolit sekunder
melalui simbiosis mutualisme dengan sel inang sehingga dapat menjadi sumber potensial
antimikroba alami. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antimikroba pada ekstrak dan
fraksi DSE Knufia sp. CPPS-9 terhadap E. coli, S. aureus, dan C. albicans serta mengidentifikasi
kandungan kimia dalam ekstrak, fraksi bioaktif, dan subfraksi terpilih. Hasil fermentasi DSE Knufia
sp. CPPS-9 dipisahkan melalui sentrifugasi menjadi fase biomassa dan supernatan. Ekstraksi fase
biomassa dilakukan dengan Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE) menggunakan metanol,
sedangkan fase supernatan dilakukan dengan Ekstraksi Cair-Cair (ECC) menggunakan etil asetat.
Ekstraksi dilakukan sebanyak tiga siklus untuk optimasi yield. Fraksinasi dilakukan menggunakan
kromatografi radial dengan fase gerak sistem gradien dari nonpolar ke polar. Pemisahan fraksi
didasarkan pada pita yang muncul di bawah UV 366 nm. Diperoleh 8 fraksi gabungan biomassa dan
5 fraksi gabungan supernatan. Subfraksinasi fraksi terpilih dilakukan menggunakan KLT preparatif.
Setiap ekstrak, fraksi, dan subfraksi dipantau menggunakan KLT dengan reagen spesifik. Pengujian
aktivitas antimikroba ditentukan melalui KHM dan KBM pada ekstrak dan fraksi melalui metode
broth microdilution dan drop test. Ekstrak dan fraksi biomassa serta supernatan menunjukkan
aktivitas antimikroba lemah hingga moderat terhadap S. aureus, sementara terhadap C. albicans
aktivitas lemah hanya teramati pada fraksi supernatan. Tidak ada aktivitas yang teramati terhadap
E. coli pada seluruh ekstrak dan fraksi. Hasil identifikasi golongan senyawa pada ekstrak, fraksi, dan
subfraksi BM1 diduga mengandung senyawa golongan steroid/triterpenoid, terpenoid, dan
kumarin. Hasil penelitian ini menunjukkan DSE Knufia sp. CPPS-9 berpotensi sebagai sumber
senyawa bioaktif antimikroba sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengisolasi dan
mengkarakterisasi senyawa aktifnya.
Perpustakaan Digital ITB