digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan BPR di Indonesia sejalan dengan cita-cita bangsa untuk selalu meningkatkan kesejahteraan warga negaranya. Peran awal Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah untuk bertindak sebagai lembaga keuangan yang melayani masyarakat di pedesaan atau daerah yang relatif terpencil yang memiliki keterbatasan akses kepada lembaga keuangan profesional untuk membantu mereka terlepas dari jeratan rentenir. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, BPR juga berfungsi sebagai ujung tombak dalam pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM). Fungsi-fungsi strategis BPR inilah yang dilihat sebagai alasan yang lebih dari cukup untuk melakukan studi tentang kinerja BPR, khususnya di Indonesia. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan kinerja BPR di Indonesia dengan melakukan regresi linear berganda. Regresi ditujukan untuk menguji pengaruh rasio-rasio keuangan sebagai faktor internal dan tingkat inflasi sebagai faktor eksternal, terhadap Return on Asset (ROA) sebagai indikator kinerja. Data sekunder dala bentuk laporan keuangan triwulanan digunakan dalam penelitian ini untuk memberikan rasio-rasio keuangan. Rasio-rasio keuangan dipilih dengan mengadaptasi dan memodifikasi kerangka yang dikembangkan oleh Majalah Infobank untuk menilai kinerja BPR, yang terdiri dari CAR, Pertumbuhan Modal, NPL, Pertumbuhan Kredit, LDR, Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan NIM. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 42 BPR di Jawa Barat, dalam tahun fiskal 2007-2010. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ROA secara signifikan dan positif dipengaruhi oleh NPL, Pertumbuhan Kredit, LDR, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan NIM. Kata Kunci Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Regresi Linear Berganda, Profitabilitas, Return on Asset (ROA), Rasio Kecukupan Modal (CAR), Pertumbuhan Modal, Non Performing Loan (NPL), Pertumbuhan Kredit, Loan to Deposit Ratio (LDR), Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Tingkat Inflasi.