digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Stabilitas lereng merupakan aspek penting dalam rekayasa geoteknik karena dipengaruhi oleh kondisi hidrologi, khususnya perubahan muka air tanah yang dapat meningkatkan tekanan air pori sehingga menurunkan kuat geser tanah dan kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi muka air tanah dan konfigurasi perkuatan terhadap stabilitas lereng menggunakan analisis transien dan pendekatan probabilistik. Studi kasus dilakukan pada Lereng No. 6 di kawasan Cisokan. Analisis rembesan transien dilakukan menggunakan SEEP/W untuk memperoleh distribusi tekanan air pori, yang kemudian digunakan sebagai masukan dalam analisis stabilitas lereng transien menggunakan SLOPE/W. Selanjutnya, analisis probabilistik dilakukan menggunakan SLIDE2 untuk mengevaluasi pengaruh ketidakpastian parameter tanah terhadap stabilitas lereng. Variasi yang dianalisis meliputi tiga kondisi muka air tanah, yaitu 7.6 m, 5.0 m, dan 1.2 m, serta tiga konfigurasi perkuatan, yaitu tanpa perkuatan, perkuatan satu baris, dan perkuatan dua baris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan muka air tanah menurunkan nilai Factor of Safety (FS) dan meningkatkan Probability of Failure (PoF), sedangkan penerapan perkuatan meningkatkan FS, menurunkan PoF, dan meningkatkan Reliability Index (RI). Konfigurasi perkuatan dua baris memberikan peningkatan stabilitas yang lebih baik dibandingkan perkuatan satu baris. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi analisis transien dan pendekatan probabilistik dapat memberikan evaluasi stabilitas lereng yang lebih komprehensif.