digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Peningkatan performa pendinginan dari suatu sistem pendingin dapat dilakukan dengan evaporator saluran mikro dan memanfaatkan proses pendidihan fluida kerja. Namun, ketidakstabilan berupa PDO (pressure drop oscillation) dapat terjadi dan menyebabkan kerugian seperti temperatur yang meningkat secara berlebih, getaran, dan aliran berubah dari kondisi operasi yang telah dirancang. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengaplikasikan pulsating flow dalam aliran. Penelitian dilakukan dengan studi eksperimental untuk menjelaskan pengaruh panas dan fluks massa serta pengaruh periode pulsating flow terhadap visualisasi aliran dan PDO. Visualisasi dilakukan dengan menggunakan high speed camera sehingga aliran yang berubah secara cepat dapat teramati. Panas dalam rentang 80—90 W dan fluks massa 50—110 kg/m2s digunakan dalam penelitian ini. Pengujian dilakukan pada evaporator dengan saluran mikro berpenampang persegi berukuran 2×2 mm yang dibuat di atas blok aluminium. Pulsating flow dihasilkan dari katup solenoid dengan pengaturan periode dalam rentang 1—4 s. Visualisasi menunjukkan bubbly dan annular flow untuk aliran yang lebih rendah. Ketidakstabilan dapat diamati dengan fenomena aliran balik karena pertumbuhan gelembung dalam arah aksial saluran. Untuk aliran yang lebih tinggi, bubbly flow terjadi dengan gelembung yang dapat tumbuh mencapai ukuran saluran. PDO dapat diamati saat pengujian. Namun, amplitudonya tergolong kecil jika dibandingkan dengan penelitian lain. PDO menjadi semakin parah saat panas yang lebih tinggi dan aliran yang rendah. PDO dapat diatasi dengan pulsating flow pada periode tertentu bergantung dari panas dan fluks massa yang diberikan. Pulsating flow memiliki pengaruh yang dapat mengatasi ketidakstabilan dari visualisasi aliran untuk periode tertentu.