Tesis ini menyelidiki masalah kerusakan ban berjalan yang sering terjadi akibat material asing di fasilitas penanganan batubara perusahaan pertambangan Indonesia (PT. ABC). Insiden robekan ban tidak hanya mengurangi keandalan konveyor dan meningkatkan biaya perawatan, tetapi juga menimbulkan risiko operasional dan keselamatan yang signifikan, terutama di area berproduktivitas tinggi seperti stasiun pemuatan kereta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab robekan ban akibat material asing dan mengevaluasi strategi perbaikan. Pendekatan keunggulan operasional diadopsi, dengan menggabungkan analisis kuantitatif data historis (frekuensi kerusakan, durasi, biaya perawatan, dan penyebab kegagalan untuk 2021 – 2024) dengan wawasan kualitatif dari wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan.
Penelitian ini secara konseptual didasarkan pada Keunggulan Operasional (Operational excellence). Dalam fase Analisis, akar penyebab robekan ban diidentifikasi dan diprioritaskan menggunakan alat seperti diagram pareto dan analisis current reality tree, dan ditemukan bahwa akar penyebab kerusakan ban berjalan adalah kontaminan dari material asing seperti batubara tersilisifikasi, pelat logam, dan material oversize.
Beberapa solusi alternatif kemudian dievaluasi menggunakan analisis keputusan multi-kriteria dengan mempertimbangkan Kualitas, Biaya, dan Pengiriman. Hasilnya menunjukkan bahwa pemasangan Selective Breaker Rotary untuk mencegah dan menghilangkan material asing sebelum mencapai konveyor merupakan strategi yang paling layak untuk mengurangi risiko robekan ban dan meningkatkan keandalan. Studi ini menyumbangkan kerangka pengambilan keputusan terstruktur dan desain konseptual untuk mengintegrasikan Selective Breaker Rotary ke dalam operasi penanganan batubara yang ada, mendukung pendekatan yang lebih proaktif dan meningkatkan keandalan ban berjalan.
Perpustakaan Digital ITB