Perkembangan pesat kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi telah
mendorong peningkatan signifikan dalam penggunaan baterai lithium-ion (LIB),
yang menghasilkan limbah baterai bekas yang mengandung material berharga
sekaligus berbahaya. Daur ulang menjadi solusi krusial untuk keberlanjutan
lingkungan dan pemulihan sumber daya. Meskipun material katoda konvensional
seperti Nickel Manganese Cobalt Oxide (NCM) banyak didaur ulang, material
tersebut telah mendekati batas densitas energinya. Penelitian ini berfokus pada
sintesis katoda generasi berikutnya berbasis Lithium-Rich Manganese Oxide
(LRM) (Li1,2Mn0,54Ni0,13Co0,13O2) dari hasil daur ulang baterai NCM bekas
menggunakan proses hidrometalurgi yang disederhanakan dan ramah lingkungan.
Metode yang digunakan memanfaatkan asam askorbat sebagai agen pelindian,
dilanjutkan dengan kopresipitasi asam oksalat dan kalsinasi, dengan menyelidiki
pengaruh durasi pemanasan terhadap kinerja elektrokimia. Material yang disintesis
dikarakterisasi dan diuji dalam konfigurasi half-cell untuk menilai aplikasi
praktisnya. Analisis X-ray fluorescence (XRF) menunjukkan bahwa komposisi
logam transisi pada sampel sangat mendekati rasio target. Analisis X-Ray
Diffraction (XRD) dan Raman Spektroskopi mengonfirmasi struktur berlapis yang
teratur dengan fase pengotor minimal. Pencitraan Scanning Electron Microscope
(SEM) menunjukkan morfologi partikel yang seragam. Pengujian elektrokimia
menunjukkan kapasitas pelepasan awal yang tinggi sebesar 237,17 mAh g?ยน pada
0,1C dan retensi kapasitas yang sangat baik sebesar 87% setelah 100 siklus pada
0,2C. Hasil ini membuktikan bahwa proses daur ulang yang disederhanakan ini
dapat secara efektif menghasilkan katoda LRM berkinerja tinggi untuk baterai
lithium-ion generasi berikutnya, menawarkan solusi berkelanjutan yang
menjanjikan untuk pengelolaan limbah LIB.
Perpustakaan Digital ITB