Produksi inokulum mikroba yang dapat diskalakan untuk biofertilizer saat ini terhambat oleh tingginya biaya pepton komersial. Meskipun larva lalat tentara hitam (BSFL) (Hermetia illucens) merupakan sumber protein berkelanjutan, aplikasinya sebagai pepton khusus untuk konsorsium mikroba masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini mengembangkan proses produksi pepton BSFL yang terdiri atas penghilangan lemak, ekstraksi alkali, hidrolisis bromelain, dan freeze-drying, serta mengevaluasi kinerjanya secara biologis. Proses penghilangan lemak secara efektif memperkaya fraksi protein biomassa hingga 49,95%. Proses ekstraksi alkali menghasilkan ekstrak protein dengan protein recovery pada supernatan (protein terlarut) dan setelah liofilisasi berturut-turut sebesar 33,91 ± 0,30% b/b, dan 17,64 ± 2,59% b/b. Hidrolisis terkontrol menghasilkan derajat hidrolisis (DH) sebesar 53,76% dengan peptida yang dominan berukuran <17 kDa. Meskipun perolehan massa akhir hanya 2,59% (b/b), produk menunjukkan kemurnian tinggi (sekitar 81% protein) dan sifat fisikokimia yang menguntungkan (rasio AN/TN sebesar 0,21). Validasi biologis menggunakan Bacillus subtilis menunjukkan bahwa pepton BSFL mendukung laju pertumbuhan spesifik maksimum (?max) sebesar 0,50 jam?¹, sebanding dengan pepton komersial (0,51 jam?¹). Yang sangat penting, dalam kultivasi konsorsium biofertiliser (Bacillus sp., Pseudomonas sp., dan Saccharomyces sp.), pepton BSFL (15 g/L) mencapai kepadatan sel sebesar 1,15 × 10? CFU/mL, melampaui pepton komersial pada konsentrasi yang sama (6,05 × 10? CFU/mL) dan lebih unggul dibandingkan media kompleks alternatif yang digunakan pada konsentrasi dua kali lipat (30 g/L). Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa pepton BSFL merupakan sumber nitrogen alternatif yang sangat efektif dan mampu meningkatkan produksi biomassa dalam konsorsium mikroba yang kompleks. Temuan ini mengkonfirmasi potensi pepton BSFL sebagai pepton alternatif yang efisien dan berkinerja tinggi untuk memformulasikan media pertumbuhan bagi inokulum mikroba dalam sistem kultivasi kultur tunggal maupun konsorsium.
Perpustakaan Digital ITB