Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan jaringan transportasi udara
Indonesia dengan mempertimbangkan dampak ekonomi dari potensi gangguan.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi udara untuk
menjaga konektivitas dan aktivitas ekonomi antarwilayah. Namun, jaringan ini rentan
terhadap gangguan seperti bencana alam, gangguan operasional, maupun penutupan
bandara, yang dapat mengakibatkan penurunan konektivitas dan kerugian ekonomi
yang signifikan. Metode penelitian memanfaatkan teori jaringan kompleks dan
pendekatan stokastik, dengan data rute penerbangan dan aliran penumpang domestik
yang diproses dan dimodelkan dengan Gephi. Analisis dilakukan menggunakan
metrik topologis seperti distribusi derajat, sentralitas, koefisien klaster, serta
panjang lintasan rata-rata, untuk mengidentifikasi bandara dan rute yang paling
berpengaruh. Selanjutnya, simulasi Monte Carlo digunakan untuk mengevaluasi
ketahanan jaringan terhadap skenario gangguan acak maupun sistematis. Hasil
awal menunjukkan bahwa bandara hub memiliki peran dominan dalam menjaga
konektivitas, namun kegagalannya dapat menurunkan ketahanan jaringan secara
drastis. Analisis juga mengindikasikan adanya implikasi ekonomi yang besar akibat
berkurangnya konektivitas, sehingga diperlukan strategi manajemen adaptif dan
diversifikasi jaringan.
Perpustakaan Digital ITB