digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Madeline Natalie Ann [17222028]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Fenomena drag dalam pertunjukan Raminten Cabaret Show di Yogyakarta menghadirkan konsep hiper-feminitas sebagai bentuk performativitas gender yang menonjolkan aspek artifisial atau dekonstruksi identitas. Namun, penggunaan material lace (renda) konvensional pada busana drag saat ini cenderung menampilkan citra feminitas yang klasik dan "alami", sehingga kurang mendukung narasi tubuh sebagai konstruksi rekayasa. Penelitian ini bertujuan untuk mereinterpretasi hiper-feminitas tersebut dengan menggantikan lace tekstil menggunakan 3D printed lace berbahan Thermoplastic Polyurethane (TPU). Pendekatan ini dimaksudkan untuk menciptakan kebaruan visual dan struktural yang secara tegas memvisualisasikan gender sebagai sesuatu yang dibentuk dan direkayasa, bukan sesuatu yang terlahir secara biologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif melalui observasi pertunjukan, wawancara mendalam dengan desainer dan performer, serta eksperimen teknik digital fabrication. Proses perancangan meliputi pemodelan motif digital yang dicetak menggunakan 3D printer dan disempurnakan dengan teknik manual 3d pen untuk mencapai detail yang presisi namun fleksibel. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa 3D printed lace mampu menghasilkan struktur ornamen yang memiliki ketahanan bentuk (rigiditas) sekaligus kelenturan yang menyerupai tekstil, menciptakan estetika hibrida yang unik. Karya akhir ini membuktikan bahwa teknologi 3d printing tidak hanya berfungsi sebagai inovasi material, tetapi juga sebagai medium filosofis yang efektif untuk menegaskan bahwa feminitas dalam drag adalah sebuah performa yang dikonstruksi secara sadar.