Abstrak_Raisya Wilona Ginting
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Kawasan Bandung Timur, khususnya Gedebage, mengalami tekanan lingkungan yang semakin meningkat akibat pesatnya perkembangan kawasan terbangun. Kondisi tersebut ditandai oleh rendahnya proporsi ruang terbuka hijau dibandingkan standar ideal, meningkatnya suhu kawasan (urban heat island), penurunan muka tanah (land subsidence), risiko banjir, serta degradasi habitat flora lokal yang mengancam keberlanjutan ekosistem perkotaan. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya pendekatan arsitektur yang tidak hanya menyediakan fasilitas penelitian, tetapi juga berkontribusi terhadap pemulihan ekologi kawasan. Isu ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land).
Tugas akhir ini mengusulkan tipologi In-Situ Ecology and Flora Conservation Research Center, yaitu pusat penelitian, konservasi, edukasi, dan rekreasi yang berfokus pada pelestarian flora lokal melalui pendekatan konservasi langsung di habitat alaminya. Tipologi ini dipilih sebagai media untuk mengintegrasikan fungsi ilmiah, edukatif, dan ekologis dalam mendukung pengembangan kota yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Pendekatan perancangan menggunakan Ecological Urbanism sebagai kerangka utama yang diintegrasikan dengan prinsip Biophilic Design, Passive Design, dan Water Sensitive Urban Design (WSUD). Integrasi ketiga pendekatan tersebut diterapkan melalui pembentukan koridor hijau, restorasi habitat, sistem pengelolaan air berkelanjutan, optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami, serta penggunaan elemen vegetasi sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas lingkungan dan kenyamanan pengguna.
Metode perancangan meliputi studi literatur, analisis kondisi ekologis kawasan Gedebage, studi preseden, analisis tapak, identifikasi kebutuhan pengguna, serta proses sintesis desain yang diterjemahkan ke dalam pengembangan massa, zonasi, sistem bangunan, dan strategi keberlanjutan. Proses tersebut menghasilkan rancangan adaptif yang mempertimbangkan aspek lingkungan, fungsi, dan pengalaman ruang secara terpadu.
Hasil perancangan berupa pusat penelitian dan konservasi flora yang tidak hanya mendukung kegiatan riset dan edukasi, tetapi juga berperan sebagai infrastruktur ekologis perkotaan yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat konektivitas ekosistem, serta menjadi model pengembangan fasilitas konservasi berbasis Ecological Urbanism di kawasan perkotaan yang rentan terhadap degradasi lingkungan.
Perpustakaan Digital ITB