digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Jocelyne Vanessa Wang
Terbatas  Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan

Anjing dan kucing adalah hewan-hewan yang umum disukai manusia dan sebagian besar hidup layak sebagai hewan peliharaan atau hewan pekerja. Sayangnya, masih banyak anjing dan kucing liar yang hidup terlantar dan harus berjuang setiap hari. Akibatnya, kondisi kesehatan dan kebersihan mereka tidak memadai, mengakibatkan mereka tidak memiliki kesejahteraan hidup atau animal welfare. Di Kota Bandung, terdapat sekitar 15 ribu ekor kucing liar pada tahun 2022 dan jumlah anjing liar yang tidak tercatat, yang umumnya hidup di jalanan. Masyarakat telah mencoba menyelamatkan mereka, tetapi fasilitas penampungan hewan yang ada saat ini tidak didesain sesuai standar dan tidak layak menampung hewan dalam jumlah yang besar. Selain itu, angka populasi hewan-hewan tersebut terus bertambah. Kondisi ini disertai keadaan hidup mereka yang tidak layak dapat mengakibatkan beberapa masalah, yaitu masalah kesehatan karena berpotensi menyebarkan penyakit zoonosis kepada manusia dan sesama hewan, dan masalah biodiversity karena bersifat invasif terhadap spesies hewan kecil. Kedua masalah tersebut bertentangan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 15 yaitu Life on Land, dengan tujuan untuk melindungi, merestorasi, dan meningkatkan keberlanjutan ekosistem darat, dan menghentikan kehilangan biodiversity. Masalah tersebut harus ditangani dengan memberikan animal welfare, menjaga angka populasi, dan memberikan kesempatan hidup layak sebagai hewan peliharaan maupun sebagai hewan pekerja. Hewan pekerja berupa anjing dan kucing umum digunakan sebagai hewan terapi, terutama untuk terapi berbasis hewan atau animal assisted therapy (AAT). Jenis terapi ini belum umum digunakan di Indonesia karena kurangnya pengetahuan, keterbatasan ahli, dan standar yang belum resmi. Meskipun begitu, dengan jumlah anjing dan kucing liar yang banyak di Indonesia, potensi AAT dapat dikembangkan melalui penyelamatan dan pelatihan mereka sebagai hewan terapi. Maka dari itu, dihadirkan sebuah perancangan desain yang dapat membantu pencapaian animal welfare dan juga menjadi lingkungan penyembuhan bagi para pengguna AAT. Hasil perancangan diolah dengan konsep desain wellness focused dengan pendekatan arsitektur terapeutis. Hasil perancangan ditempatkan di Jalan Purwakarta, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan aksesibilitas yang baik, kontur yang relatif datar, dan potensi pengguna yang tinggi akibat populasi kawasan sekitar. Hasil perancangan berupa pusat penampungan yang layak bagi anjing dan kucing liar dan terlantar dengan fasilitas pendukung tercapainya animal welfare dan integrasi animal assisted therapy sebagai lingkungan penyembuhan bersama untuk hewan dan manusia. Fasilitas tambahan yang disediakan pada perancangan ini berupa fasilitas publik dan komersial bagi penyuka atau pemilik hewan.