digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia, terbentang di garis khatulistiwa memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi surya. Konsumsi energi dari bahan bakar fosil sudah dalam taraf mengkhawatirkan diiringi dengan peningkatan volume gas rumah kaca dari bahan bakar fosil. Indonesia dengan potensi energi suryanya yang begitu besar seharusnya dapat memanfaatkan sumber daya ini dengan optimal. Dalam pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya dibutuhkan kajian awal untuk menentukan tempat yang layak karena besarnya pengaruh tutupan awan terhadap efisiensi pembangkit listrik tenaga surya. Tutupan awan merupakan salah satu faktor dalam efisiensi kerja pembangkit listrik tenaga surya. Dalam tugas akhir ini dilakukan kombinasi metode klasifikasi k-means dan weighted sum overlay pada citra AVHRR harian terhadap tutupan awan di pulau Kalimantan yang menghasilkan peta potensi energi surya berdasarkan sebaran tutupan awan dalam periode Juni sampai September 2010 dan 2012. Dengan hasil ini diharapkan memberikan suatu kajian awal untuk melihat potensi energi surya di suatu lokasi pada rentang waktu tertentu berdasarkan banyak sedikitnya tutupan awan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh.