digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Stres dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mental, termasuk depresi apabila berlangsung dalam jangka panjang. Peningkatan jumlah pasien depresi secara global saat ini diikuti oleh maraknya penggunaan obat antidepresan sintetik. Namun, penggunaan jangka panjang obat tersebut kerap menimbulkan efek samping sehingga mendorong pengembangan terapi alternatif menggunakan bahan alam yang lebih aman, salah satunya melalui pemanfaatan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Frankincense Essential Oil (FEO) sebagai terapi alternatif antidepresan melalui metode inhalasi pada hewan model mencit yang diinduksi stres kronis. Pengaruh FEO dianalisis menggunakan elektrokardiogram (EKG) untuk menilai perubahan parameter elektrofisiologis jantung dalam mengurangi efek stres kronis tersebut. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit BALB/c jantan yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yaitu: (1) kontrol pelarut (akuades), (2) kontrol positif (oral fluoxetine), dan (3–5) kelompok inhalasi FEO dengan konsentrasi 0,33%, 0,67%, dan 1% yang ditentukan berdasarkan hasil uji pendahuluan, masing-masing terdiri atas lima ekor mencit (n = 5). Perlakuan dilakukan dengan metode chronic restraint stress selama 30 menit bersamaan dengan inhalasi FEO selama delapan hari berturut-turut yang diikuti dengan perekaman EKG pada hari ke-0, 2, 4, 6, dan 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inhalasi FEO 0.33% memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan durasi kompleks QRS dan interval RR, serta menurunkan frekuensi denyut jantung (heart rate). Perubahan parameter ini dimediasi oleh senyawa volatil FEO melalui jalur olfaktorius dan respirasi dalam memodulasi sistem saraf otonom serta sumbu HPA sehingga dapat mereduksi peningkatan kerja kardiovaskular akibat stres. Pemberian FEO 0.33% memperlihatkan hasil yang serupa dengan kelompok perlakuan kontrol positif fluoxetine jika dibandingkan dengan kontrol pelarut. Berdasarkan hasil tersebut, inhalasi FEO 0.33% mengindikasi adanya pengaruh antidepresan dan berpotensi sebagai alternatif antidepresan berbasis bahan alam yang lebih aman.