COVER Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 7 Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Nadine Anindya
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Ruas Jalan Tol Trans-Jawa pada STA 4450 – 4625 di wilayah Yogyakarta berada di atas tanah dasar yang memiliki potensi likuifaksi akibat kondisi tanah pasir jenuh air dan dekat dengan dua sesar aktif, yaitu Sesar Opak dan Sesar Mataram. Evaluasi kondisi eksisting pada ketiga titik bor (BH-24A, BH-25B, dan BH-26B) menunjukkan bahwa sebagian besar lapisan tanah berpotensi mengalami likuifaksi. Selain itu, terjadi penurunan tanah berlebih khususnya pada BH-24A yang mencapai 10,9 cm, serta nilai faktor keamanan (SF) stabilitas lereng pada kondisi pseudostatik belum memenuhi kriteria minimum sebesar 1,1. Tugas akhir ini mencakup evaluasi potensi likuifaksi, perencanaan perbaikan tanah dengan metode stone column, serta analisis efektivitasnya terhadap pengendalian penurunan, peningkatan stabilitas lereng, dan mitigasi likuifaksi.
Desain stone column dilakukan menggunakan metode Priebe (1995) berdasarkan pada model unit cell. Hasil analisis menunjukkan bahwa stone column efektif dalam memitigasi risiko likuifaksi dan mereduksi settlement hingga batas aman, dengan nilai terbesar 3,7 cm pada BH-24A berdasarkan pemodelan SIGMA/W. Evaluasi stabilitas lereng pascaperbaikan menggunakan metode Limit Equilibrium pada SLOPE/W menunjukkan peningkatan SF pada seluruh titik bor, dengan nilai kondisi pseudostatik yang telah memenuhi kriteria minimum di semua sisi lereng.
Perpustakaan Digital ITB