Pembangunan Kawasan Jatiluhur Industrial Smart City (JISC), Kabupaten
Purwakarta, berpotensi meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir akibat
perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja hidraulik
Embung Cipalasari dengan menerapkan pelimpah tipe ITB Golden Ratio Spillway.
Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data hujan satelit CHIRPS terkoreksi
untuk memperoleh hujan rencana kala ulang 2 hingga 100 tahun. Debit limpasan
DAS Cipalasari dan kawasan industri Blok D-JISC serta routing embung
dimodelkan menggunakan PCSWMM untuk memperoleh elevasi muka air di atas
mercu pelimpah sebagai kondisi batas simulasi analisis hidraulik pelimpah.
Evaluasi kinerja hidraulik pelimpah dilakukan menggunakan FLOW-3D dengan
menganalisis distribusi kecepatan aliran, tekanan, bilangan Froude, potensi kavitasi
dan indeks kavitasi. Hasil simulasi menunjukkan elevasi muka air di atas mercu
pelimpah berkisar antara 0,5 m hingga 1,7 m. Kecepatan aliran maksimum
mencapai 7,29 m/s pada skenario Tr-100, sedangkan tekanan minimum terjadi pada
hilir mercu pelimpah. Analisis bilangan Froude menunjukkan perubahan aliran dari
kondisi subkritis menjadi superkritis pada saluran peluncur, kemudian kembali
menjadi subkritis setelah memasuki kolam olak. Simulasi cavitation potential
menunjukkan bahwa area hilir mercu hingga awal saluran peluncur merupakan
zona yang paling rentan terhadap potensi kavitasi. Namun, hasil perhitungan indeks
kavitasi menghasilkan nilai minimum sebesar 4,90 yang masih berada di atas batas
kritis terjadinya kavitasi untuk setiap titik tinjau pada pelimpah. Berdasarkan hasil
tersebut, pelimpah ITB Golden Ratio menunjukkan kinerja hidraulik yang baik dan
aman terhadap risiko kavitasi pada seluruh skenario simulasi yang ditinjau
Perpustakaan Digital ITB